Banjarmasin (ANTARA) - Prof Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D atau yang akrab disapa Prof Sur, adalah dosen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang produktif menghasilkan total 286 artikel nasional dan internasional di jurnal terindeks seperti Scopus dan Web of Science.
"Dalam tiga tahun terakhir, juga menghasilkan 13 buku dan 4.421 sitasi atau karya saya dikutip oleh orang lain," kata Prof Sur di Banjarmasin, Selasa.
Atas prestasi dan kontribusinya di dunia pendidikan itu, Prof Sur baru saja menerima anugerah ISMAPI Award 2025 kategori ISMAPI Scientist pada konferensi internasional dan Mukernas ISMAPI di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat.
Baca juga: Prof Sur, dosen ULM masuk deretan dunia peneliti terbaik bidang PAUD
Ikatan Sarjana Manajemen dan Administrasi Pendidikan Indonesia (ISMAPI) merupakan sebuah organisasi profesi independen yang bertujuan meningkatkan dan mengembangkan manajemen pendidikan di Indonesia.
Organisasi ini berperan sebagai pionir dan fasilitator dalam pengembangan disiplin, profesi, dan praktik manajemen pendidikan.
Sebagai ilmuan dan pakar di bidang manajemen pendidikan, Prof Sur selaku Ketua Tim Pengembang Akademik dan Penjaminan Mutu PG PAUD FKIP ULM masuk 30 besar dunia peneliti di bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berdasarkan AD Scientific Index tahun 2025.
Dia mampu mengungguli para pakar pendidikan dari berbagai perguruan tinggi terkemuka nasional seperti Universitas Negeri Malang, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Negeri Makassar.
Baca juga: ULM kumpulkan pakar dunia rumuskan transformasi manajemen pendidikan
Prof Sur mengaku penghargaan yang diterimanya diharapkan jadi motivasi bagi semua civitas akademika ULM bahwa mengajar di perguruan tinggi itu harus memiliki dorongan kuat untuk berkarya. Baik itu menyusun buku, artikel maupun jadi pembicara di berbagai seminar, sehingga berdampak langsung terhadap pembangunan kemajuan dan pengembangan pendidikan secara umum untuk masyarakat.
"Ini menjadi kewajiban seorang dosen bukan terfokus pada mengajar saja," jelasnya.
Kemudian Prof Sur juga menekankan sebuah penghargaan memiliki dampak kepada peningkatan kualitas perguruan tinggi terkhusus bidang ilmu yang diajarkan di program studi.
"Terlebih lagi memberikan dampak peningkatan kualitas pendidikan secara umum," ucapnya.

