"Pencapaian terbaik ULM ini berdasarkan surat keputusan Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Nomor 0968/C3/DT.05.00/2025 yang baru saja diterbitkan," kata Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bahri kepada ANTARA di Banjarmasin, Senin.
Baca juga: Kemdiktisaintek pantau program perkuat kapasitas Ormawa ULM
Status mandiri merupakan pengakuan atas keunggulan, kematangan, dan kualitas ekosistem riset serta pengabdian yang dijalankan sebuah perguruan tinggi.
Klasterisasi didasarkan pada hasil olahan data kinerja perguruan tinggi yang sangat komprehensif untuk periode 2022 hingga 2025.
Seluruh data ditarik dari platform SINTA (Science and Technology Index) yang kini menjadi tolok ukur utama produktivitas ilmiah nasional.
Data kinerja yang diperhitungkan merupakan data yang telah diverifikasi dan divalidasi secara ketat oleh verifikator Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) masing-masing perguruan tinggi.
Komponen yang dinilai mencakup seluruh spektrum tridarma, meliputi jumlah dan kualitas penulis (author), kekuatan afiliasi (affiliation), jumlah artikel ilmiah (article), kuantitas dan kualitas penelitian (research), dampak pengabdian kepada masyarakat (community service), perolehan kekayaan intelektual (intellectual property rights), serta jumlah buku (book) yang dihasilkan.
Prof Alim mengatakan hasil ini adalah buah dari kerja keras, konsistensi, dan komitmen seluruh sivitas akademika ULM.
Baca juga: Pakar ULM nilai KPU perlu pelayanan publik berbasis demokrasi
“Pencapaian ini bukti nyata prestasi ULM masih menjadi universitas terbaik di pulau Kalimantan dalam kinerja penelitian dan pengabdian," jelasnya.
Kepala LPPM ULM Prof Sunardi menambahkan, posisi ULM di klaster mandiri sangatlah prestisius.
Dari total lebih dari 5.400 perguruan tinggi yang terdata di Indonesia, hanya 56 perguruan tinggi akademik yang berhasil menembus klaster tertinggi ini.
Guru Besar bidang Kimia Material ini menjelaskan keberhasilan ULM tidak lepas dari peningkatan signifikan pada hampir seluruh komponen penilaian SINTA.
Dia melihat ada akselerasi luar biasa dalam tiga tahun terakhir, produktivitas dosen dalam mempublikasikan artikel di jurnal bereputasi meningkat tajam.
Begitu pula dengan perolehan Hak Kekayaan Intelektual, baik itu paten maupun hak cipta yang menunjukkan riset ULM tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi juga berorientasi pada inovasi.
Baca juga: Kalsel kemarin dari tanam padi perdana hingga program beasiswa
