Banjarmasin (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melakukan respon cepat atas laporan konsumen terkait dugaan Pertalite dicampur air di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Banjarmasin.
Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait gangguan pada kendaraan diduga akibat pengisian BBM jenis Pertalite di beberapa SPBU wilayah Banjarmasin, Pertamina melakukan pengecekan untuk memastikan pelayanan dan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan
'Pertamina melanjutkan pengecekan kualitas dan kuantitas (Quality Quantity/QQ Check) serta melakukan uji tera nozzle atau ketepatan takaran dispenser di sejumlah SPBU wilayah Banjarmasin," ucap Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Isfahani di Banjarmasin, Minggu.
Isfahani mengatakan pengecekan dilakukan di dua lokasi, yakni SPBU 64.702.02 Jalan A Yani Km 6 dan SPBU 64.701.08 Jalan Belitung Darat, Kuin Selatan, Banjarmasin.
Bukan itu saja, sebelumnya, pengecekan serupa telah dilakukan di SPBU kawasan Benua Anyar pada Jumat oleh tim Sales Area Retail Kalimantan Selatan bersama lembaga independen Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Kalimantan Selatan, serta sejak Rabu juga telah dilakukan di beberapa SPBU lainnya di Banjarmasin.
Isfahani kembali menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan BBM yang disalurkan ke masyarakat memenuhi aspek mutu dan kuantitas sesuai standar.
Pemeriksaan dilakukan terhadap tangki penyimpanan SPBU dan sampel BBM dari nozzle dispenser, dengan hasil menunjukkan bahwa berat jenis (specific gravity) dan kadar air (water content) sesuai standar serta tidak ditemukan indikasi kontaminasi air, sejalan dengan hasil pengecekan bersama lembaga independen sebelumnya.
Secara kuantitas dan kualitas, hasil pengecekan terhadap sampel di tangki penyimpanan maupun nozzle menunjukkan bahwa produk Pertalite memenuhi persyaratan teknis.
'Meski demikian, kami akan terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan seluruh rantai distribusi dan kualitas produk yang disalurkan tetap sesuai standar,” ujar Isfahani.
Dia menegaskan bahwa pengawasan terhadap mutu dan jumlah BBM dilakukan secara rutin dan berlapis, baik di tingkat Terminal BBM maupun SPBU penyalur, sebagai bentuk tanggung jawab Pertamina kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen memastikan BBM yang dijual di SPBU tepat mutu dan tepat jumlah bagi seluruh konsumen. Kami juga mengapresiasi masyarakat yang melaporkan kendala atau pelayanan yang dianggap tidak sesuai melalui Pertamina Contact Center 135. Kami berkomitmen dan menaruh atensi serius untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Baca juga: YLKI nilai positif upaya Pertamina hadapi kasus Pertalite di Jatim
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun menjelaskan bahwa Pertamina menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara cepat dan menyeluruh.
Selain itu juga telah memeriksa kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak SPBU, Pertamina juga melakukan pendampingan kepada konsumen yang kendaraannya mengalami kendala.
“Setiap laporan masyarakat menjadi prioritas kami. Selain melakukan pemeriksaan di SPBU, tim juga mendampingi konsumen yang kendaraannya mengalami gangguan untuk dilakukan pemeriksaan di bengkel. Pertamina juga memberikan penggantian biaya bagi konsumen yang telah melakukan perbaikan secara mandiri,” jelas Edi.
Edi menyampaikan Pertamina Patra Niaga membuka saluran pengaduan masyarakat untuk menyampaikan laporan atau kendala melalui kanal resmi Pertamina Contact Center 135, email pcc135@pertamina.com, media sosial @pertamina.135, atau langsung melalui SPBU tempat pembelian terakhir.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pertamina Kalimantan cek laporan konsumen Pertalite dicampur air
