Dengan teknik turun-temurun, bambu pilihan dari hutan sekitar dirakit menggunakan rotan menjadi rakit tradisional yang dahulu digunakan untuk mengangkut hasil hutan, kini bertransformasi menjadi wahana wisata arung jeram sepanjang 14 kilometer dari Desa Haratai hingga Tanuhi.
Penjoki lokal yang berperan sebagai navigator alam sekaligus penjaga tradisi, mengarahkan rakit menyusuri jeram dan formasi batuan purba berusia ratusan juta tahun, termasuk Malihan dan Granit Batanglai, yang menjadi bagian dari lanskap geologi Geopark Meratus yang telah diakui UNESCO sebagai Global Geopark (UGGp).
Bamboo rafting Loksado tidak hanya menawarkan sensasi petualangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi geologi, pelestarian budaya Dayak Meratus, serta penguatan ekowisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan di Kalimantan Selatan. (Abdul Hakim/Andre Mardiansyah/Basim/Hayatun Nufus/Imam Hanafi/Taufik Ridwan)
Pewarta: Abdul HakimEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026