Masyarakat adat Dayak Meratus menggelar Aruh Adat Balangatan di Balai Adat Panyatnyan Agung Mula Adat, Desa Hinas Kiri, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, ujar tetuha adat setempat Mido Basmi.
        
"Upacara dilaksanakan 23-28 Oktober dan puncaknya ditandai dengan penyembelihan kerbau," ujarnya di Desa Hinas Kiri, sekitar 35 kilometer dari Kota Barabai, ibu kota HST, Senin.
        
Aruh Balangatan adalah upacara adat yang digelar sebagai perwujudan rasa syukur terhadap tuhan atas limpahan rezeki dan keselamatan yang diberikan selama satu tahun sebelumnya.
        
Upacara itu dilaksanakan setiap satu tahun sekali oleh tiap-tiap Balai Adat dengan jumlah hari pelaksanaan yang berbeda.
        
"Upacara ini memiliki siklus dari yang terkecil pelaksanaannya selama satu hari, dua hari, tiga hari, empat hari, enam hari, 12 hari hingga terlama 20 hari," katanya.
        
Setelah memasuki masa pelaksanaan Aruh dalam skala besar selama 20 hari, maka siklus upacara adat itu akan kembali pada pelaksanaan dalam skala kecil yaitu satu hari dan seterusnya.
        
Pada pelaksanaan Aruh Adat Balangatan kali ini, warga Balai Adat Panyatnyan Agung Mula Adat menyiapkan satu ekor kerbau, puluhan ekor ayam, kambing, babi dan ikan asin sebagai hidangan.
        
"Dalam upacara itu masyarakat balai setempat yang disebut dengan istilah 'Umbun' memberikan persembahan berupa sesajen kepada para dewa," tambahnya.
        
Persembahan yang diberikan sebagai sesajen berupa beras, beras ketan, kelapa, gula merah dan minyak goreng. Persembahan itu diletakkan dalam "butah" atau wadah kecil dari anyaman bambu.
        
Masing-masing "Umbun" juga memberikan satu "bahalai" atau kain panjang dan satu buah besi bisa berupa parang atau pisau sebagai persembahan.
        
Upacara diisi dengan prosesi pemujaan terhadap dewa-dewa penguasa seluruh elemen kehidupan seperti penguasa tanah,
air, udara, api, batu, pohon dan besi melalui ritual "Batandik".
        
Ritual "Batandik" diiringi pembacaan mantra oleh seorang Balian atau tokoh agama kepercayaan Kaharingan yang dilaksanakan semalam suntuk hingga pelaksanaan Aruh Adat selesai.
        
Selain itu, Balian juga memberikan mantra keselamatan kepada para "Umbun" agar selama satu tahun ke depan diberikan rezeki dan keselamatan minimal sama dan kalau bisa lebih dari sekarang.


: Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026