Marabahan (ANTARA) - Untuk membantu ketersediaan pupuk bersubsidi bagi para petani di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, Bupati Batola H Bahrul Ilmi melakukan kunjungan dan berdiskusi dengan manajemen PT Pupuk Indonesia di Banjarmasin, Senin.
"PT Pupuk Indonesia selama ini banyak membantu kelancaran penyaluran pupuk bagi petani di Batola,"ujar H Bahrul Ilmi, selepas melakukan pertemuan.
Dia ingin pupuk bersubsidi tersebut terserap oleh para petani di Kabupaten Batola.
"Alhamdullillah dengan kita berdiskusi cukup panjang sudah mendapatkan hasil. Yang mana hasil ini adalah yang diinginkan dan diidamkan masyarakat di Batola. Insya Allah tahun 2026 dan seterusnya lancar," ucapnya.
Baca juga: Usai dilantik, Bupati Batola terbitkan Perbup pupuk bersubsidi
Diutarakan bupati, untuk saat ini kuota pupuk diberikan PT Pupuk Indonesia untuk Kabupaten Batola lumayan cukup, namun terserapnya belum maksimal, antara 50 sampai 60 persen.
"Insya Allah kita berjuang bersama-sama agar penyerapannya maksimal. Kalo perlu kita tambah kuota lagi," ungkapnya.
Dengan adanya program Presiden Prabowo Koperasi Merah Putih (KPM), jelas H Bahrul Ilmi, maka pihaknya sangat mendukung untuk menghidupkan keberadaan 201 KMP di Batola.
"Keberadaan Koperasi Merah Putih di semua desa di Batola sangat bagus, sehingga dapat membantu penyaluran pupuk agar lebih maksimal," harapnya.
Baca juga: DPRD Kalsel: Masalah stok pupuk persoalan klasik petani Batola
Sementara, Manajer Penjualan Kalseltimtara PT Pupuk Indonesia Nanda Tryhadi RS menjelaskan, dari pertemuan itu pihaknya mendapatkan inspirasi dari arahan Bupati Batola dan dari perwakilan dinas terkait untuk mensejahterakan petani, khususnya di Batola.
Terkait dengan audensi tadi, sebut dia, akan pihaknya tidak lanjuti karena untuk kepentingan petani di Batola.
"Sedangkan rencana kerja sama dengan Perusda Aneka Usaha Selidah akan kami tindak lanjuti dengan mekanisme yang berlaku dan hasil akhir tadi kita sepakati hasil audensi akan kita upayakan hal tersebut," tegasnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, untuk kuota pupuk di Batola tahun 2025 sebanyak 22 ribu ton untuk semua komoditas.
Baca juga: Petani Batola Kalsel harapkan ketersedian pupuk saat mereka membutuhkan
"Alhamdulillah terserap hampir 60 persen hingga saat ini. Sisa bulan November dan Desember kita maksimalkan lagi," tegasnya.
Namun, dia memberitahukan dari dua distributor pupuk yang ada salah satunya mundur, makanya tinggal satu Pelaku Usaha Distribusi (PUD).
"Ketika ada penambahan PUD kita akan terbuka dan akan kita proses sesuai aturan," demikian tutupnya.
Kehadiran Bupati Batola di Kantor PT Pupuk Indonesia di Banjarmasin didampingi Kepala Dinas Koperasi Perdagangan Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Batola, Dinas Pertanian dan Tananan Pangan Hortikultura (TPH), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappelitbang) Batola dan Perusda Aneka Usaha Selidah disambut Manajer Penjualan Kalseltimtara PT Pupuk Indonesia Nanda Tryhadi RS bersama jajarannya.
