"Dalam beberapa hari terakhir menjelang momen 17 Agustus 2025, tercatat lebih dari 200 orang sudah mulai mendaki," kata pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Halau-Halau Ramidi, Minggu.
Baca juga: Bupati HST pimpin upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI
Meskipun tidak ada acara resmi, Gunung Halau-Halau yang memiliki ketinggian 1.901 meter di atas permukaan laut (MDPL) yang merupakan puncak tertinggi Pegunungan Meratus di Kalsel ini masih memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan petualangan.
Pihaknya juga telah memberlakukan aturan cukup ketat kepada wisatawan, mulai mengisi formulir pendakian, surat sehat, membayar retribusi, mendaftarkan barang bawaan hingga menandatangani surat pernyataan mengikuti aturan yang berlaku.
"Memang tiap tahun kalau memasuki bulan Agustus selalu ramai pendaki, baik pendaki lokal di Kalsel hingga luar daerah seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, bahkan hingga pulau Jawa," jelasnya.
Baca juga: Dua WBP Rutan Barabai peroleh remisi bebas pada HUT ke-80 Kemerdekaan
Demi memudahkan pelayanan, kata Ramidi, pihaknya juga melibatkan pengurus Pokdarwis dan para pemuda sekitar untuk membantu proses registrasi hingga pemeriksaan barang bawaan dan sampah saat para pendaki turun.
"Kami juga memberlakukan denda apabila sampah para pendaki kedapatan tidak dibawa turun sesuai dengan barang yang terdaftar," lanjutnya.
Selain itu, uang retribusi para pendaki juga dikelola untuk kebutuhan pembersihan jalur pendakian, perbaikan shelter, perbaikan jembatan, pengelolaan sampah dan berbagai kebutuhan lainnya yang dilakukan secara swadaya bersama Pokdarwis dan masyarakat sekitar.
Baca juga: Konser Murakata Symphony Orchestra HST meriahkan HUT RI ke-80
Pewarta: Muhammad HidayatullahEditor : Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026