Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan sektor pariwisata mampu memberikan kontribusi sebesar 8,1 persen terhadap ekonomi daerah tahun 2029 sebagaimana tertuang dalam Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady, mengatakan, langkah strategis ini didasari oleh data pertumbuhan ekonomi Kalsel tahun 2025 yang mencapai 5,2 persen, namun kontribusi dari sektor pariwisata saat ini masih tergolong rendah, yakni di angka 0,22 persen.

“Sektor pariwisata bukan sekadar tentang kunjungan orang ke tempat wisata. Pariwisata adalah multi-sektor yang memiliki daya ungkit luar biasa terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Setiap wisatawan yang datang akan menggerakkan sektor transportasi, penginapan, kuliner, hingga industri kreatif dan UMKM lokal kita,” ujarnya, di Banjarbaru, Rabu.

Ia mengharapkan agar sektor pariwisata menjadi “lokomotif baru” ekonomi daerah, menggantikan peran sektor ekstraktif seperti pertambangan yang bersifat terbatas.

Dinas Pariwisata Kalsel optimis sektor pariwisata akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang signifikan bagi masyarakat Kalimantan Selatan di masa depan. 

Dia menyebutkan, penyusunan dokumen ini bekerja sama dengan tenaga ahli dari Universitas Indonesia (UI). 

Tujuan untuk menjaring masukan komprehensif dari berbagai pemangku kepentingan guna menyempurnakan kajian yang sedang disusun.

”Hari ini kami mendengarkan paparan awal dari tim Universitas Indonesia, sehingga rekan-rekan dari Dinas Pariwisata di 13 kabupaten/kota, SKPD terkait, serta mitra kerja seperti PHRI, ASITA, ASPERWI, dan ASTINDO dapat memberikan masukan langsung terhadap rencana aksi ini,” ujar Iwan.



Pewarta: Imam Hanafi
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026