Samosir, Sumatera Utara (ANTARA) - Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA dan Pemerintah Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, berkolaborasi menebar 3.000 benih ikan emas di perairan Danau Toba, sebagai bentuk kepedulian terhadap keseimbangan ekosistem dan kebutuhan pangan masyarakat setempat.
Kegiatan bertajuk Tebar benih ikan, Kantor Berita ANTARA jaga alam Danau Toba itu dihadiri Direktur Komersil, Pengembangan Bisnis dan TI Perum LKBN ANTARA Jaka Sugiyanta, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, Manajer TJSL dan Komunikasi Perusahaan Esti N Oktaviani, sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta masyarakat sekitar.
Baca juga: GM PLN Kalselteng sambangi ANTARA Kalsel perkuat kolaborasi
Direktur Komersil LKBN ANTARA Jaka Sugiyanta mengatakan, penebaran benih ikan merupakan bentuk tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) sekaligus tanggapan terhadap fenomena alam yang menyebabkan keruhnya air di sebagian wilayah Danau Toba dan kematian massal ikan beberapa waktu lalu.
“Mengetahui informasi tersebut, kami berinisiatif melakukan penebaran benih ikan sebagai langkah menjaga ekosistem dan membantu pemulihan ketersediaan ikan bagi masyarakat sekitar. Semoga dalam waktu lima bulan ke depan, ikan-ikan ini bisa tumbuh dan berkembang,” kata Jaka.
Ia menegaskan upaya ini merupakan bagian dari komitmen LKBN ANTARA sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat langsung bagi lingkungan hidup serta ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko Gultom mengapresiasi dan rasa terima kasih terhadap kontribusi nyata ANTARA untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup Danau Toba, yang selama ini menjadi salah satu sumber kehidupan masyarakat.
Baca juga: ANTARA Kalsel salurkan sembako ke Panti Asuhan Al Muhajirin
“Meski ada 540 kabupaten/kota di Indonesia, kami bersyukur Samosir terpilih menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program TJSL ANTARA. Ini adalah bentuk perhatian yang besar terhadap Samosir, khususnya Danau Toba,” ujarnya.
Vandiko menambahkan, pihaknya telah menggandeng tim ahli dari perguruan tinggi untuk meneliti penyebab fenomena alam yang memicu kematian ikan secara mendadak, dan berharap langkah penebaran benih ini dapat mengembalikan keseimbangan ekosistem danau.
Lebih lanjut, Vandiko berharap sinergi antara Pemkab Samosir dan ANTARA tidak hanya berhenti di satu kegiatan, tetapi terus berlanjut melalui kolaborasi dalam penyebaran informasi pembangunan dan potensi daerah ke tingkat nasional hingga internasional.
“Kami berharap ANTARA dapat terus mendukung publikasi capaian pembangunan dan promosi potensi wisata, pertanian, serta infrastruktur Samosir agar semakin dikenal luas,” katanya.
Baca juga: ANTARA dan mitra berbagi berkah dengan tiga panti asuhan saat Ramadhan
