Yogyakarta (ANTARA) - Masjid Jogokaryan yang di Kampung Jogokaryan -:Jalan Jogokaryan 36 Mantrijeron Kota Yogyatakarta Daerah Istimewa Yogyakarta (MIY) selama 24 jam selalu ramai atau tak pernah sepi pengunjung.
Pantauan Antara Kalimantan Selatan (Kalsel) yang melakukan kunjungan ke DIY, Sabtu melaporkan, masjid yang sebelumnya berupa "langgar" (surau) yang menjadi objek wisata religi ramai pengunjung.
Dari segi bangunan fisik, masjid yang disulap dari pertokoan itu tidak terlalu "wah"/tak terlalu istimewa atau luar biasa - biasa-biasa saja
Namun yang menjadi perhatian publik atau kaum Muslim yaitu manajemen atau sistem pengelolaan tempat ibadah yang menggunakan pola-pola Muhammadiyah tersebut sehingga menjadi sasaran studi komparasi banyak pengurus masjid dari berbagai tempat/daerah
Sebagai contoh dalam pelayanan jamaah asal luar kawasan Masjid Jogokaryan itu sendiri antara lain pemberian konsumsi pada jam bagi yang membutuhkan.
Selain itu, dalam hal pengelolaan keuangan organisasi masjid harus "nol" (0) , dengan pengertian setiap bantuan/sumbangan jangan sampai mengendap atau tak termanfaatkan, serta sesuai peruntukan.
Hal lain yang tidak kalah menarik, sistem manajemen Masjid Jogokaryan juga memotivasi untuk pertumbuhan dan perkembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Contoh nyata, oleh karena Masjid Jogokaryan terbuka 24 jam untuk jamaah, sehingga para pedagang/usaha kecil bisa berjualan seperti penjual bubur serta makanan ringan.
Pembangunan atau peletakan batu pertama Masjid Jogokaryan Tahun 1966 dengan pengelolaan secara sederhana, kemudian 1988 manajemen/pengelola mulai melakukan peningkatan seiring dengan terus mengalir bantuan atau bertambahnya donator.

Sementara seorang pengelola Masjid Jogokaryan, Musthoqim mengatakan, peningkatan dan pengembangan manajemen masjid tersebut juga tidak terlepas dari peran generasi muda yang tergabung dalam Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Republik Indonesia (BKPMRI) setempat.
"Para mereka (BKPMRI dan Pemuda Muhammadiyah) yang aktif dalam pengelolaan Masjid Jogokaryan," demikian Mosthaqin.
