Kehadiran bupati bersama rombongan tersebut untuk mengetahui dari dekat keberadaan keluarga Ahmadi penderita tumor.
Marabahan, (Antaranews Kalsel) – Bupati Barito Kuala, Kalimantan Selatan H Hasanuddin Murad bersama istri Hj Normiliyani mengunjungi  penderita tumor Ahmadi, warga Desa Puntik Luar Kecamatan Mandastana, Minggu (8/1).


Kunjungan  orang nomor satu di Bumi Ije Jela tersebut didampingi Kadis Kesehatan Batola Sugian Nor, Camat Mandastana Suyud Sugiono, Kepala Puskesmas Laila Wardani dan kades setempat.

Kehadiran bupati bersama rombongan tersebut untuk mengetahui dari dekat keberadaan  keluarga Ahmadi penderita tumor.

Dalam perbincangannya kepada bupati, penderita tumor Ahmadi mengaku,  penyakitnya itu telah bersarang sejak sekitar tahun 2013 lalu.

Bupati menyarankan agar yang bersangkutan bersedia dilakukan observasi ke RSUD Abdul Aziz Marabahan untuk mengetahui jenis penyakit yang derita.

Jika penyakit yang bersangkutan mampu ditangani pihak RSUD Abdul Aziz Marabahan, sebut dia,  maka penanganannya cukup dilakukan di Marabahan. 

Namun,  jika jenis penyakitnya memerlukan penanganan  keluar daerah  seperti rumah sakit di Banjarmasin atau ke Surabaya, jelas dia, maka Pemkab Batola bersedia menanggung segala biaya.

Bupati mengatakan, penderita tak perlu khawatir terhadap biaya dari pengobatan yang dilakukan. Sebab semuanya akan ditanggung pemerintah daerah.

Bahkan untuk meringankan biaya, bupati secara pribadi memberikan bantuan uang kepada yang bersangkutan dan orangtuanya yang sudah renta selama ditinggalkan kepada tetangga saat berobat.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Batola Sugian Nor menambahkan, selama dilakukan observasi hingga operasi dan penyembuhan, yang bersangkutan dibebaskan dari segala biaya. Bahkan bagi penunggu diberikan uang tunggu selama 7 hari sebesar Rp50 ribu per hari.

Mendengar penjelasan tersebut, Ahmadi pun bersedia untuk periksa. Sore itu juga sekitar pukul 17.00 Wita ia dibawa ke RSUD Abdul Aziz Marabahan. Sedangkan sang ibu yang sudah renta dititipkan kepada warga sekitar.

Sugian Nor menerangkan, sebelumnya pihak Puskesmas Mandastana sudah dua kali mendatangi dan membujuk yang bersangkutan agar mau diobati. Namun yang bersangkutan tidak bersedia dengan alasan sulit meninggalkan orangtuanya yang sudah renta.

Saat ini penderita sedang berada di RSUD Abdul Aziz Marabahan untuk dilakukan serangkaian pemeriksaan berupa observasi.

 â€œSebetulnya di RSUD Abdul Aziz Marabahan tenaga dokter dan sarana sudah mendukung. Nanti apabila sudah memungkinkan segera dilakukan operasi,” kata Sugian Nor.

Namun, ungkap dia, sebelum itu akan dilakukan pemeriksaan melalui laboraturiom apakah tumor yang menyerang penderita ganas atau biasa. 

Masalah penyakit warga Puntik ini terungkap kepermukaan, setelah secara tak sengaja berjumpa dengan beberapa anggota Komunitas Sepeda Antik Banjarmasin (Saban) yang melakukan touring ke wilayah tersebut, dan kemudian oleh anggota Saban hal itu diekspos di berbagai Media Sosial .         


Pewarta: Arianto
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026