Banjarmasin (ANTARA) - Ustadz HM Ghazali Mukeri dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengungkapkan keutamaan azan. 

"Memang azan disunatkan setiap mau shalat fardhu, baik secara berjamaah maupun sendiri. Azan tersebut disunatkan pula dengan suara nyaring (keras), " ujar Ustadz Ghazali dalam tausyiahnya di hadapan jamaah Masjid Assa'adah tersebut, Jumat malam. 

Alumnus Universitas Al Azhar Kairo Mesir itu menambahkan, bahwa disunatkan azan tiap mau shalat fardhu tersebut sebagaimana Hadits Rasulullah Muhammad SAW riwayat Imam Buchari dan Muslim. 

"Selain berfungsi, bahwa waktu shalat fardhu sudah tiba, azan bisa sebagai pemburu iblis syaitan. Karena ketika azan berkumandang, iblis syaitan lari terbirit-birit," ujar pengasuh salah satu Ponpes di Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kalsel itu. 

Selain itu, makhluk-makhluk ciptaan Allah lainnya seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan akan menjadi saksi di yaumil akhir (hari akhirat/hari pembalasan), bahwa telah melaksanakan shalat. "Sebab hewan dan tumbuh-tumbhhan pada hakikatnya  juga mendengar," tambah Ustadz Ghazali. 

Ustadz Ghazali juga menyoroti kebiasaan orang azan saat kebakaran, padahal dianjurkan hanya bertakbir. "Oleh karena azan sebagai pemburu iblis syaitan, sehingga memungkinkan kalau kebakaran tersebut karena ulah iblis syaitan," kata mantan anggota DPRD Kota Banjarmasin itu. 

Pada kesempatan itu, Ustadz Ghazali menganjurkan kaum Muslim, terutama jamaah pengajian Masjid Assa'adah tersebut memperbanyak bershalawat di luar shalat. "Sebab kalau bershalawat waktu shalat merupakan kewajiban atau rukun shalat, artinya kalau ketinggalan shalawat, maka shalatnya tidak sah," tegasnya. 

"Orang yang bershalawat cuma sekali dalam sehari (di luar shalat), orang tersebut pelit atau engkin (bahasa daerah Banjar, Kalsel), " demikian Ustadz HM Ghazali Mukeri. 

Ustadz HM Ghazali Mukeri saat tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Jum'at (11/9/2026) malam. (ANTARA/Syamsuddin Hasan)


 



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026