Banjarmasin (ANTARA) - Peserta didik (Serdik) Sespimti Dikreg ke-36 dan Sespimmen Polri Dikreg ke-67 mengkaji penguatan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis kearifan lokal dan teknologi saat melakukan studi lapangan di Polresta Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penugasan teknis untuk mempelajari penanganan masalah strategis nasional, khususnya karhutla yang menjadi salah satu persoalan berulang di Kalimantan Selatan ketika memasuki musim kemarau.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin di Banjarmasin, Jumat, mengatakan studi lapangan tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengalaman dan merumuskan langkah penanganan karhutla yang dapat diterapkan sesuai karakteristik wilayah.

"Kita perlu membangun pola penanganan karhutla yang tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga memperkuat pencegahan dan mitigasi bersama masyarakat," kata Riza saat menerima kunjungan peserta didik di Aula Mathilda Polresta Banjarmasin.

Menurut dia, keterlibatan masyarakat menjadi unsur penting dalam pencegahan karhutla karena warga memiliki pengetahuan mengenai kondisi lingkungan dan potensi titik rawan kebakaran di wilayah masing-masing.

Penggunaan teknologi juga dapat memperkuat upaya tersebut melalui pemantauan kondisi wilayah dan deteksi dini sehingga potensi kebakaran dapat diketahui lebih cepat dan segera ditangani sebelum meluas.

Riza berharap hasil diskusi peserta didik dapat memberikan perspektif baru bagi penguatan strategi penanganan karhutla, terutama dengan memadukan pendekatan teknologi dengan pengetahuan lokal masyarakat.

"Kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya harus diperkuat agar penanganan karhutla lebih cepat dan terkoordinasi," ujarnya.

Hasil studi lapangan tersebut selanjutnya menjadi bahan rekomendasi dan kajian strategis di tingkat Lemdiklat Polri untuk mendukung pengembangan pola penanganan masalah karhutla di wilayah yang memiliki karakteristik serupa.

Selain membahas penanganan karhutla, rangkaian kunjungan kerja tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial kepada sejumlah tokoh masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan penguatan hubungan antara kepolisian dengan masyarakat.

"Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti sebagai kajian, tetapi dapat memberikan manfaat bagi penguatan mitigasi dan pencegahan karhutla," kata Riza.

 



Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026