Kepala Cabang PT Prima Vista Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Lukman L Hakim memastikan KM Marina Nusantara dalam kondisi layak untuk berlayar.
"KM Marina layak untuk berlayar, tidak dalam kondisi rusak atau ada gangguan lain," kata Lukman pada saat melakukan peninjauan lokasi kejadian bersama Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin, Selasa.
Menurut dia, sebelum kapal diberangkatkan, pihak berwenang selalu melakukan pengecekan untuk memastikan bahwa kapal dalam kondisi baik dan aman untuk berlayar.
Pernyataan Lukman tersebut membantah rumor pada saat berlayar KM Marina sudah dalam kondisi tidak layak atau rusak sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan.
"Untuk memastikan kronologi kejadian, saat ini nakhoda kapal Suyatma dan beberapa orang lainnya sedang diperiksa tim Polda Kalsel," katanya.
Ia mengatakan, soal penyebab tabrakan, tunggu hasil penyelidikan polisi.
Setelah terjadinya tabrakan tersebut, KM Marina terpaksa mengembalikan uang tiket beberapa penumpang yang seharusnya berangkat dengan kapal yang terbakar tersebut.
"Uang tiket yang kita kembalikan baru sepuluh orang, karena sebagian lainnya sudah berangkat dengan kapal sebelumnya," katanya.
Ia mengatakan, sebagai mengganti KM Marina, KM Varina pada Senin (30/9) akan datang ke Banjarmasin untuk mengangkut penumpang.
Terkait kerugian, kata dia, saat ini masih belum bisa dipastikan, tetapi kemungkinan di atas Rp20 miliar.
"Dari kapal yang terbakar kerugian kami sudah puluhan miliar rupiah, ditambah dengan yang lain-lain juga cukup besar," katanya.
Adpel Banjarmasin Julius The mengatakan, dari surat-surat yang ditunjukkan oleh petugas KM Marina, kapal buatan tahun 1980 tersebut dalam kondisi layak untuk berlayar.
"Kalau dari surat-surat yang kita terima KM Marina layak untuk berlayar, namun untuk memastikannya kita tunggu hasil penyelidikan dan keputusan Mahkamah Pelayaran," katanya.
KM Marina Nusantara yang membawa penumpang 443 orang terbakar di perairan Barito Banjarmasin pada Senin (26/9) sekitar pukul 07.30 WITA. Tiga orang telah dinyatakan meninggal dan beberapa di antaranya masih belum ditemukan.
Berdasarkan manifes di Polairud, kapal naas yang melakukan pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin tersebut membawa 443 orang penumpang, terdiri atas dewasa 394 orang, anak-anak 23 orang dan bayi 22 orang./B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.