Ketua DPRD Kalimantan Selatan Kolonel Inf (Purn) Nasib Alamsyah, berpendapat sebaiknya provinsi yang luas wilayah sekitar 37.000 km2 dan masih banyak menggunakan angkutan/transportasi air itu, memiliki kapal pemadam kebakaran.


Pendapat politisi senior Partai Golkar itu, berdasarkan pengalaman dari peristiwa tabrakan dan terbakarnya Kapal Motor Marina Nusantara di perairan Sungai Barito, 26 September lalu, yang menyebabkan beberapa orang penumpang tewas, demikian dilaporkan, Kamis.


"Melihat kejadian terbakarnya KM Marina tersebut, kita sedikit agak kalang-kabut untuk memadamkan, karena tidak memiliki sarana dan prasarana yang lebih memadai, seperti kapal khusus pemadam kebakaran," tutur mantan Komandan Korem Bone Sulawesi Selatan itu.


Begitu pula karena ketiadaan sarana dan prasarana pemadaman kebakaran yang lebih memadai, sehingga KM Marina beberapa hari masih menampakan api dan panas, sehingga kesulitan bagi petugas melakukan evakuasi, lanjutnya.


Alumnus Akademi Militer Nasional (AMN) 1973 atau seangkatan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kini Presiden RI itu, menunjuk contoh bandar udara, yang selalu siap siaga dengan unit mobil pemadam kebakarannya.


Oleh karena itu, kalau ada kejadian darurat terhadap pesawata yang melakukan pendaratan, pihak Bandara tak terlalu kerepotan lagi, sebab sudah siap siaga mobil pemadam kebakaran.


Memang, menurut pensiunan perwira menengah TNI-AD itu, untuk membeli kapal khusus pemadam kebakaran di laut/perairan memerlukan banyak uang, karena biayanya mahal.


Selain itu, mungkin ada yang berpikiran atau menganggap belum perlu Kalsel memiliki kapal khusus pemadam kebakaran, karena kejadian tersebut jarang terjadi dan bisa menimbulkan kesan mubazir.


"Menurut saya, pemikiran-pemikiran seperti itu tak perlu ada, kalau kita memang betul-betul mau dalam keadaan siap siaga. Dengan pengertian, memang kita tak menginginkan peristiwa itu terjadi, tapi sudah siap antisipasi dini," tandasnya.


"Sebab kalau pemikiran-pemikiran seperti selalu membayangi atau menghalang-halangi, maka kapan lagi kita bisa memiliki sarana dan prasarana canggih dalam upaya mengatasi bencana kebakaran di laut/perairan," demikian Nasib Alamsyah./shn




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026