Enam petugas Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur dan Kepolisian Air Polda Kalimantan Selatan memasuki bangkai KM Marina Nusantara yang terbakar sesaat setelah bertabrakan dengan tongkang batu bara pada Senin (26/9) pagi untuk melakukan penyelidikan.
Tim Labfor yang juga didampingi oleh Koordinator Sar Kalsel Teguh Prasetyo mulai memasuki kapal pada Selasa, sekitar pukul 12.30 untuk menyelidiki dan mengumpulkan data penyebab kecelakaan maut tersebut.
Menurut informasi ada dua hal yang mereka lakukan, yakni mengidentifikasi kemungkinan adanya korban di dalam yang terjebak dan kedua menyelidiki penyebab kecelakaan.
Fotografer ANTARA Kalsel Hery Murdi yang ikut masuk dalam kapal naas tersebut melaporkan, tim Labfor mencoba menerobos masuk bangkai kapal yang hangus tersebut untuk menyelidiki berbagai kemungkinan penyebab tabrakan yang menewaskan enam orang penumpang kapal itu.
Penyelidikan diawal dari lantai dasar tempat tumpukan mobil hingga lantai paling atas dan kemudi kapal yang diduga mengalami kerusakan saat terjadi tabrakan.
Selain tim Labfor tim dari Tagana Polri juga masuk untuk meneliti kemungkinan masih adanya korban yang terjebak dalam bangkai kapal yang pada saat kejadian mengangkut tidak kurang dari 400 orang penumpang.
Beberapa anggota keluarga korban yang belum ditemukan, juga ikut masuk dalam kapal untuk bisa menemukan anggota keluarganya yang diduga masih terjebak dalam bangkai kapal tersebut.
"Kondisi kapal sudah sangat memprihatinkan, lantai dasarnya dipenuhi lumpur dan kondisinya sangat berantakan," kata Hery.
Hingga sore, para petugas terkait belum berhasil menemukan korban yang diduga banyak terjebak di dalam mobil dan belum berhasil dibongkar petugas.
Pencarian terpaksa dihentikan menjelang magrib karena laut mulai pasang dan air masuk ke kapal sehingga sangat membahayakan.
KM Marina Nusantara bertabrakan dengan tongkang batubara dan terbakar di perairan Sungai Barito, Kalimantan Selatan, dua pekan lalu.
Sebelumnya, Kepala Bidang Keselamatan dan Penjagaan Kantor Administrator Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Hafid Budiman mengemukakan, pihaknya akan berusaha mengeluarkan udara kotor dan kemungkinan gas dari dalam bangkai kapal.
Selain itu, Badan Klasifikasi Indonesia (BKI) juga telah membuat 10 lubang di KM Marina sebagai persiapan tim untuk memasuki bangkai kapal tersebut.
Lambung bangkai kapal sendiri tampak telah dilubangi masing-masing lima buah di sisi kiri dan kanan dengan ukuran tiap lubang 3 x 2 meter.
Sebelumnya, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi telah datang untuk mengumpulkan data dan keterangan terkait musibah kecelakaan dan terbakarnya Kapal Motor Marina Nusantara di perairan Sungai Barito, Senin pekan lalu.
Namun, sejauh ini KNKT belum bisa memasuki badan kapal. KNKT juga belum bisa menyimpulkan penyebab kecelakaan. Semua harus melalui penelitian dan analisis mendalam.(B/A)
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.