Kabid Peternakan dinas tanaman pangan, peternakan dan perikanan Tabalong drh Budi Hariyatno di Tanjug, Sabtu mengatakan, 200 sapi kurban tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan lokal selama Idul Adha.
Kegiatan penggemukan sapi sudah dilakukan di sejumlah kecamatan yakni Murung Pudak, Bintang Ara dan Tanjung.
"Untuk tahun ini kegiatan penggemukan sapi sebanyak 80 ekor yakni di Kecamatan Murung Pudak, Bintang Ara dan Tanjung," tambahnya.
Soal harga sapi kurban sendiri diakui Budi cukup fluktuatif saat ini untuk jenis sapi Bali (kurban) usia tiga tahun dengan berat 80 kilogram ke atas Rp8 - Rp10 juta.
Diperkirakan harga sapi akan terus melonjak mendekati Lebaran kurban yang tinggal beberapa bulan.
Seiring masuknya sapi dari luar Tabalong seperti Barabai (Hulu Sungai Tengah) dan Amuntai (Hulu Sungai Utara) menurut Ali satu pedagang sapi di wilayah Jaro menyebabkan sapi lokal kurang diminati menyusul harga yang ditawarkan sapi luar Tabalong lebih rendah.
"Biasanya sapi dari luar Tabalong dijual lebih murah sementara sapi kita di Tabalong harganya cukup mahal sehingga orang lebih banyak membeli sapi dari Barabai atau Amuntai," ujar Ali.
Saat ini saja sapi Bali untuk kurban ukuran mencapai satu kuintal harganya sudah mencapai Rp13,5 juta lebih sedangkan dari luar Tabalong hanya Rp11 juta perekor.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.