"Jika menjelang Lebaran harga rata-rata naik beberapa persen dari biasanya, maka kini harga sembako mulai turun dan kembali normal seperti biasa," kata seorang ibu rumah tangga di Kotabaru, Ummi Khairunnisa, Selasa.
Padahal, biasanya, kata dia, jika harga barang sembako itu sudah naik, akan sulit turun kembali seperti biasa.
Namun kali ini tidak demikian, lambat laun para pedagang mengatakan bahwa harga barang-barang kembali turun.
Menurut dia, kenaikan harga sembako menjelang Lebaran berbeda dengan kenaikan harga saat menghadapi kenaikan gaji PNS.
"Jika kenaikan harga barang akibat naiknya gaji PNS itu relatif permanen, tetapi jika naik menjelang lebaran cenderung turun kembali," ujarnya.
"Penurunan itu kata pedagang mulai dari agen," katanya
Harga beras karang dukuh Rp11.000 per kg, beras unggul (unus mutiara) seharga Rp12.400 per kg.
Bawang merah biasanya Rp20.000 per kg, dan bawang putih bisanya seharga Rp18.000 per kg.
Sementara itu daun bawang perai Rp30.000 per kg, wortel Rp14.000 per kg, dan kentang Rp14.000 per kg.
Minyak goreng tanpa merk Rp11.000 per kg dan minyak goreng merk Bimoli 620 ml Rp13.500.
Susu kental merk bendera 390 gr seharga Rp9.000 per kaleng, kental manis Indomilk 390 ml seharga Rp8.000 per kaleng, bubuk Bendera 400 gr fulcream Rp25 ribu per kotak dn bubuk Indomilk 400 gr fulcream seharga Rp25 ribu per kotak.
Mie instan Indomie goreng Rp1.500 per bungkus, kari ayam Rp1.500 per bungkus dan soto biasa Rp1.500 per bungkus.
Daging ayam sebelumnya sekitar Rp40.000-Rp50.000 per ekor, kini turun menjadi sekitar Rp35.000-Rp40.000 per ekor.
Kondisi tersebut juga terjadi di pasar harian di Pasar Baharu, harga barang sembilan bahan pokok juga tidak jauh berbeda dengan di pasar induk di Pasar Kemakmuran Kotabaru.
Kepala Dinas Perdagangan Penanaman Modal dan Pengelolaan Pasar Kotabaru H Zainal Arifin MAP, sebelumnya, optimistis, harga sembako pascalebaran akan berangsur-angsur normal, meski sedikit agak lambat.
"Lagi pula kenaikan harga sembako menjelang Lebaran kemarin diprediksi tidak lebih dari 10 persen," katanya./C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.