Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bakal memperketat memasukkan transmigran asal beberapa provinsi antara lain dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Kebijakan memperketat masuknya transmigran ke Kalsel antara lain adalah sebagai upaya untuk mencegah bertambahnya jumlah kemiskinan di daerah ini, kata Sekretaris Daerah Pemprov Kalsel Mukhlis Gafuri di Banjarmasin, Rabu.
Mukhlis menyampaikan itu pada rapat koordinasi dengan kepala dinas Pemprov Kalsel di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
"Kita tidak ingin transmigran yang masuk Kalsel adalah orang-orang yang tidak memiliki ketrampilan sehingga akhirnya tidak mampu bekerja dan menjadi beban daerah," katanya.
Kondisi tersebut, sering menyebabkan terjadinya peningkatan pengangguran dan peningkatan jumlah kemiskinan di Pemprov Kalsel.
Menurut Mukhlis, tidak jarang transmigran yang datang ke Kalsel adalah masyarakat yang tidak memiliki pengetahuan dan wawasan tentang kondisi alam Kalsel, baik itu untuk pertanian maupun perkebunan.
Akibatnya, karena tidak bisa menyesuaikan diri dengan kondisi alam yang berbeda dengan daerahnya, banyak transmigran yang gagal dan pada akhirnya menjadi pengangguran dan memicu terjadinya kemiskinan.
"Bila masalah tersebut kemudian didata oleh statistik dan angka kemiskinan bertambah, nilai politisnya menjadi sangat tinggi," katanya.
Mencegah kondisi tersebut, kata dia, pihaknya telah melakukan kerja sama dan perjanjian antara Pemprov Kalsel dan daerah asal transmigran yang bakal ditempatkan.
Dengan demikian, bila ada persoalan dengan warga transmigran, Pemprov Kalsel bila melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah asal transmigran tersebut untuk sama-sama mencarikan solusi.
Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Sosial Pemprov Kalsel Bahriar Hanafi mengatakan, dari informasi pada saat pihaknya melakukan kunjungan ke Yogyakarta, mengantisipasi maraknya gelandangan pemerintah Yogyakarta melakukan razia.
Kemudian gelandangan yang berhasil dirazia tersebut, diberangkatkan ke Kalsel untuk menjadi transmigran.
"Karena latar belakang transmigran yang tidak mendapatkan pembekalan yang memadai tersebut, pada akhirnya mereka menjadi beban pemerintah Kalsel," katanya.
Ke depan, kata dia, Pemprov Kalsel akan lebih selektif dengan hanya mengambil transmigran sesuai dengan kebutuhan sumber daya Kalsel misalnya untuk perkebunan, maka akan diambil transmigran yang memang memiliki wawasan untuk pengembangan perkebunan dan sebagainya./B*C
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.