Earphone ini didesian agar sesuai dan pas dengan bentuk telinga manusia. Sehingga terasa nyaman ketika digunakan,"Terinspirasi bentuk koklea (rumah siput telinga manusia) desain tabung transmisi (transmission tube) di kepala bagian belakang ZenEar dirancang agar menyerupai bentuk organ bagian dalam telinga.
Country Product Group Leader ASUS Indonesia Juliana Cen mengatakan, desain itu bertujuan agar suara yang masuk dapat diserap dengan baik untuk kemudian dihantarkan dengan mulus menuju telinga pengguna.
Bentuk tersebut (koklea) juga mempunyai fungsi untuk memberikan kualitas audio bass yang berkualitas.
Apabila menyinggung tentang desain, secara keseluruhan earphone itu dibalut dengan warna gelap yang terdiri dari hitam dan abu-abu. Bodinya diberikan warna hitam sedangkan bagian penutup tabung dihias dengan warna abu-abu metalik Terpatri tulisan logo ASUS pada bagian tubuh ZenEar.
"Earphone ini didesian agar sesuai dan pas dengan bentuk telinga manusia. Sehingga terasa nyaman ketika digunakan," sebut Juliana.
"Jika anda sedikit memperhatian bagian earbud dan konektor eargel lebih jauh, anda akan menemukan bahwa earphone ini dibentuk dengan sudut kemiringan 70o pada konektor eargel dan 120o pada bentuk earbud," ucapnya.
ZenEar juga mendukung fitur microfon artinya pengguna bisa menggunakan earphone untuk menjawab panggilan. Keberadaan mic juga relatif sejajar dengan mulut pengguna sehingga apabila ada panggilan masuk ke smartphone pengguna dapat langsung menjawab dengan cepat dan nyaman.
Pada bagian microfon tersebut juga sekaligus terdapat tombol untuk mengatur panggilan. Ketika ada panggilan masuk, mengangkat dengan menekan tombol satu kali bila ingin memutus tekan tombol dalam durasi waktu yang lebih lama.
Tombol pada ZenEar juga dapat dipergunakan untuk mengganti lagu ketika sedang memutar musik.
Menurut Juliana di Indonesia ASUS ZenEar dipasarkan di harga Rp139.000.
Kebutuhan perangkat audio berkualitas sudah semakin meningkat, jka sebelumnya perangkat audio lebih digunakan untuk menikmati musik baik secara portable ataupun di rumah kini kebutuhannya semakin meluas.
Peningkatan kebutuhan perangkat audio juga meningkat sejalan menjamurnya perangkat komputasi mobile untuk kebutuhan komunikasi seperti smartphone dan tablet.
"Handset pintar memerlukan ‘teman hidup’ yang akan melengkapi agar perangkat tersebut semakin fungsional misalnya seperti ASUS ZenEar," ucap Juliana,
Kehadiran ASUS ZenEar bertujuan melengkapi ekosistem yang telah terbangun dengan baik, sebut Juliana.
Dipasarkan dengan harga yang terjangkau, ASUS ZenEar berbeda dengan earphone pada umumnya. Untuk menghasilkan suara yang memukau dilengkapi teknologi yang mampu mengurangi suara (noise) yang justru terjadi di dalam earphone, teknologi tersebut disebut dengan Damping Sytem.
Seperti diketahui, ketika earphone digunakan maka gelombang suara dialirkan melalui kabel menuju chamber (ruang) kepala perangkat hingga akhirnya dapat terdengar ke telinga.
Earphone yang baik adalah yang mampu mereproduksi serta mengeluarkan suara tersebut dengan bersih, jelas, dan tidak banyak noise atau kebisingan.
Teknologi Damping System berperan melakukan peredaman suara berkeliaran di dalam ruang spiral (chamber diaphragm) di dalam headset.
Untuk dapat melakukannya, digunakan bahan peredam khusus yang efektif menyerap suara yang terpantul guna mengurangi distorsi dan memberikan pengalaman serta detail audio yang fokus dan jernih.
Pewarta: Abdul Hakim MuhiddinEditor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.