Banjarmasin (ANTARA) - Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan, optimis ekonomi di Kalimantan Selatan akan terus umbuh pada tahun 2022, seiring dengan melandainya kasus Covid-19, serta adanya kebijakan diperbolehkan melepas masker di ruang terbuka.

Pada rilis perkembangan ekonomi dan kebijakan Bank Indonesia terkini,  Jum’at (20/5) di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Kepala Kpw BI, Imam Subarkah menyampaikan dengan kondisi semakin membaik itu, tentunya juga diiringi kegiatan ekonomi yang semakin meningkat.

“ lebaran kemarinkan sudah terlihat pergerakan kita sudah semakin leluasa, dan ini adalah salah satu modal kegiatan ekonomi bergerak,” kata Imam.

Imam mengingatkan, meskipun ekonomi mulai bergerak positif, namun pengaruh geopolitik luar, adanya ketegangan Rusia-Ukraina yang terus berlanjut dapat berdampak pada perlemahan transaksi perdagangan, kenaikan harga komoditas dan ketidak pastian pasar keuangan global.

Berdasarkan data Bank Indonesia, perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan I 2022, mengalami pertumbuhan positif sebesar 3,49% (yoy).

Namun pertumbuhan itu masih melambat, jika dibandingkan pada triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,55% (yoy).

Perlambatan itu disebabkan antara lain, oleh kinerja lapangan usaha (LU) pertambangan yang terkontraksi sebagai dampak dari pemberlakuan larangan ekspor batubara pada awal tahun 2022.

Selain itu, keterbatasan bahan baku tandan buah segar (TBS) akibat faktor trek turut mempengaruhi perlambatan kinerja sektor pertanian dan industri pengolahan, terutama CPO.

“memang ada beberapa hal yang menyebabkan peningkatan pertumbuhan sedikit terhambat, tapi overall ekonomi tumbuh, ekonomi bergerak dan ini tentunya kita harapkan terus berlangsung di 2022” terang Imam.

 

Kepala Kpw BI Kalse, Imam subarkah, saat memberikan rilis "perkembangan ekonomi dan kebijakan Bank Indonesia terkini" di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Jum’at 20/5/2022 (Antara/Latif Thohir)


Sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi, tekanan permintaan terhadap barang dan jasa diperkirakan juga akan meningkat, sehingga berpotensi mendorong kenaikan inflasi. Namun kapasitas produksi yang terpasang saat ini masih dapat memenuhi peningkatan permintaan dimaksud sehingga inflasi akan tetap terkendali.

Imam menjelaskan, Inflasi terutama didorong oleh inflasi angkutan udara sejalan dengan peningkatan permintaan pada periode cuti bersama dan mudik lebaran di tengah kenaikan harga avtur. Selain itu, inflasi juga bersumber dari kenaikan PPN, harga minyak goreng sebagai dampak dari pencabutan HET minyak goreng kemasan dan kenaikan harga BBRT dan BBM nonsubsidi sejalan dengan peningkatan harga migas dunia.


Berdasarkan paparan, kenaikan inflasi pada bulan April 2022 sebesar 1,15% mtm, atau lebih tinggi jika dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,93% mtm. Naiknya inflasi tersebut di pengaruhi oleh trend/pola musiman selama Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

jika dilihat secara year to date, inflasi di Kalimantan Selatan sampai dengan April 2022 tercatat 2,69%.

“Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi agar berada dalam kisaran sasaran 3,0±1% pada 2022” Pungkas Imam Subarkah 
.



Pewarta: Latif Thohir
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026