Secara umum tahapan-tahapan pilkada telah dijalani, mulai dari sosialisasi dan kampanye terhadap masing-masing pasangan calon berikut tim suksesnya, pencoblosan juga sudah dilaluiKotabaru, (Antaranews Kalsel) - Kalangan DPRD Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mengapresiasi penyelenggara dan masyarakat atas terlaksananya pemilihan kepala daerah (pilkada) di `Bumi Saijaan` yang telah berjalan lancar dan damai.
Ketua DPRD Kotabaru Hj Alfisah di Kotabaru, Jumat mengatakan, pelaksanaan pilkada yang digelar serentak di Indonesia termasuk Kabupaten Kotabaru dapat berjalan lancar walaupun ada beberapa isu negatif pada saat menjelang tibanya pencoblosan.
"Secara umum tahapan-tahapan pilkada telah dijalani, mulai dari sosialisasi dan kampanye terhadap masing-masing pasangan calon berikut tim suksesnya, pencoblosan juga sudah dilalui," kata Alfisah.
Hal senada diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kotabaru M Arif yang menilai pelaksanaan pilkada kali ini terjadi sedikit penurunan animo masyarakat sehingga ada kecenderungan kurangnya partisipasi masyarakat untuk memilih.
"Dari pengamatan pribadi, ada kecenderungan turunnya partisipasi masyarakat dalam memilih kepala daerah baik gubernur dan wakilnya maupun bupati dan wakilnya pada pilkada saat ini," terang M Arif.
Hal itu terlihat dari besarnya daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Kotabaru berjumlah 226.559 orang, namun dari informasi yang ia terima suara yang masuk hanya 154.427 suara saja atau sekitar 68,2 persen.
Padahal, kata dia, penyelenggara pemilu yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan instansi lainnya menargetkan setidaknya 70 persen dari DPT yang ada ikut berpartisipasi dalam ajang demokrasi lima tahunan ini.
Ditanya apa penyebab penurunan tersebut, politisi Partai PPP ini mengatakan banyak faktor yang menyebabkan fenomena seperti ini, diantaranya sikap apatis dan pragmatis masyarakat terhadap kepemimpinan kepala daerah.
Menurut Arif, masalah yang sering muncul di tengah-tengah masyarakat adalah keberpihakan pejabat atau penguasa kepada masyarakat yang masih kurang sehingga muncul anggapan bagi mereka, siapapun yang menjabat sebagai kepala daerah, kondisi masyarakat ya begitu-begitu saja tidak ada perubahan yang berarti.
Dia mengungkapkan, untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu kerja keras semua pihak-pihak terkait khususnya eksekutif dan penyelenggara memberikan sosialisasi yang maksimal untuk memehamkan masyarakat agar tidak bersikap apatis.
"Harus dipahamkan bahwa memilih pemimpin merupakan satu dari partisipasi dalam membangun negeri ini melalui kebijakan-kebijakan kepala daerah yang dipilih tersebut," katanya.
Pewarta: Imam HanafiEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.