Devisa hasil perdagangan luar negeri semen curah asal Kotabaru, Kalimantan Selatan, merangkak naik, setelah merosot tajam, ujar Kepala Dinas Perdagangan, Penanaman Modal, dan Pengelolaan Pasar Kotabaru Zainal Arifin MAP, Jumat.
Dijelaskan, realisasi ekspor semen curah atau clinker asal Kotabaru periode Juni 26,55 ribu metrik ton (MT), dengan devisa 853.000 dolar AS.Sebelumnya, lanjut Zainal, devisa semen curah hanya sebesar 714.000 dolar AS.
"Padahal, devisa semen curah untuk Maret, Pebruari dan Januari masih diatas 1 juta dolar AS," terangnya.Dia menerangkan, periode Maret realisasi ekspor 37,15 ribu mt dengan devisa 1,19 juta dolar AS, dan Pabruari sebesar 47,66 ribu mt dengan devisa 1,53 juta dolar AS.
Periode januari sebesar 46 ribu mt dengan devisa 1,47 juta dolar AS."Berdasarkan data yang kami terima, realisasi ekspor semen curah selama 2011 terkecuali ekspor April, tercatat sebesar 179,60 ribu mt, dengan total devisa sebesar 5,77 juta dolar AS," paparnya.
Dilihat dari angka tersebut, volume ekspor clinker asal Kotabaru ada indikasi kurang stabil.Tidak stabilnya, ekspor clinker tersebut secara tidak langsung juga mempengaruhi penerimaan daerah dari dana bagi hasil dari pemerintah pusat.
Sementara itu, produsen pelaku ekspor semen curah masih satu-satunya PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tbk Tarjun, yang berkedudukan di Kelumpang Hilir, Kotabaru, atau sekitar 300 km sebelah tenggara Banjarmasin ibukota Provinsi Kalimantan Selatan.(C/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.