"Kita sudah tanda tangani pengusulan bersama terhadap almarhum Pangeran Mohammad (PM) Noor untuk mendapat gelar pahlawan nasional dari pemerintah pusat," ujarnya usai peringatan Hari Pahlawan di Banjarmasin, Selasa.
Banjarmasin (Antaranews Kalsel) - Ketua DPRD Kalimantan Selatan Hj Noormiliyani Abrani Sulaiman menyatakan, lembaga legislatif tingkat provinsi tersebut juga mendukung pengusulan agar Ir Pangeran Mohammad Noor sebagai Pahlawan Nasional.


"Kita sudah tanda tangani pengusulan bersama terhadap almarhum Pangeran Mohammad (PM) Noor untuk mendapat gelar pahlawan nasional dari pemerintah pusat," ujarnya usai peringatan Hari Pahlawan di Banjarmasin, Selasa.

Kalau membaca sejarah perjuangan PM Noor, menurut "Srikandi" Partai Golkar tersebut, wajar Gubernur Kalimantan yang pertama itu mendapat anugrah Pahlawan Nasional.

Oleh sebab itu, mungkin tidak salah jika pemerintah provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengusulkan pendiri M (ohammad) N (oor) atau MN 1001 tersebut sebagai Pahlawan Nasional.

"Apalagi seperti almarhum Brigjen H Hasan Basry (mantan Panglima Kodam Lambung Mangkurat dan Tjilik Riwut (Gubernur Kalimantan Tengah yang pertama) sudah mendapatkan gelar Pahlawan Nasional," ujarnya.

Sedangkan almarhum Hasan Basry dan Tjilik Riwut termasuk pasukan MN 1001 yang melakukan pergerakan perjuangan mempertahakan kemerdekaan Republik Indonesia, lanjut putri almarhum Abrani Sulaiman (Gubernur Kalsel tahun 1960-an) itu.

Pengusulan PM Noor, putra Indonesia kelahiran Martapura, Kalsel tahun 1901 itu sebagai Pahlawan Nasional diinisiasi Dewan Harian Daerah (DHD) Angkatan 45 provinsi setempat melalui seminar nasional di Banjarmasin, 7 November lalu.

Di Kalsel saat ini ada tiga Pahlawan Nasional masing-masing Pangeran Antasari, kemudian Hasan Basry yang juga dikenal sebagai "Bapak Gerilya Kalimantan" dan Dr (HC) KH Idham Chalid, yang menempati berbagai jabatan atau kedudukan baik di pemerintahan maupun partai politik.

Mengenai Hari Pahlawan, Noormiliyani yang juga Ketua TIm Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Barito Kuala, Kalsel itu mengajak generasi muda di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut untuk meneladani para pendahulu.

Selain itu, berbuat positif dalam mengisi kemerdekaan negara dan bangsa Indonesia, serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan agar tetap tegak dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), lanjutnya.

"Sebagaimana tujuan Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan 17 Mei 1949 untuk tetap pada NKRI," demikian Noormiliyani. 


Pewarta: Syamsudin Hasan
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026