Banjarmasin (ANTARA) - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengatakan, Pegunungan Meratus merupakan "atap" provinsinya.
Ia mengatakan itu, usai rapat bersama Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kalsel yang membahas Bidang Pembangunan dan Infrastruktur pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) setempat Tahun 2021 - 2026 di Banjarmasin, Senin (20/12) siang.
"Jadi kita ibaratkan sebuah rumah kalau atapnya bocor dapat kita bayangkan, apa yang terjadi," mantan Kepala Bappeda dan Dinas Pekerjaan Umum Kota Banjarmasin yang pernah menimba pengetahuan di luar negeri itu.
Menurut dia, kalau Meratus sebagai atap Kalsel bocor atau rusak kala musim penghujan bisa kebanjiran - mendatangkan bencana.
Begitu pula, karena Meratus merupakan kawasan tangkapan, kalau musim kemarau Kalsel akan kekeringan, kehilangan sumber air, sehingga terjadi masuknya air laut.
"Oleh sebab itu, Meratus harus betul-betul kita dari kerusakan antara lain dengan menjadikannya Geopark Meratus," ujarnya.
Ia menyatakan, Geopark Meratus bukan berarti meniadakan keberadaan masyarakat adat yang sudah sejak lama tinggal serta mencari pencaharian, tetapi sebaliknya memberdayakan mereka untuk bersama-sama menjaga Meratus dari kerusakan tanpa menghilangkan nilai ekonomi.
"Kita berharap Geopark Meratus menjadi geoparknya dunia melalui pengakuan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sehingga kerlindungannya lebih kuat," lanjutnya.
"Oleh karena itu, kita berusaha semaksimal mungkin adanya pengakuan organisasi/Badan Dunia Internasional Bidang Pendidikan Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO) terhadap Geopark Meratus," demikian Fajar Desira.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026