"Jadi kerja kita akan bersinergi dengan tim penanggulangan bahaya kebakaran hutan dan lainnya, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPD) demikian juga di daerah,...Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Komandan Korem 101 Antasari Kolonel Inf. M Abduh Ras menyatakan, setidaknya 1.500 prajuritnya diturunkan ikut bergabung mengatasi kebakaran hutan dan lahan di daerah ini agar tidak meluas atau dapat dilokalisir.
Sesuai kesepakatan rapat koordinasi para pemangku kebijakan di daerah ini, Markas Korem 101 Antasari di Banjarmasin menjadi posko utama penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan di daerah ini, katanya di Banjarmasin, Kamis.
"Jadi kerja kita akan bersinergi dengan tim penanggulangan bahaya kebakaran hutan dan lainnya, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPD) demikian juga di daerah, termasuk Basarnas, Palang Merah Indonesia (PMI), dan badan pemadam kebakaran lokal lainnya," kata M Abduh.
Dia menyatakan, prajurit TNI yang ada di 13 kabupaten/kota akan bersama-sama turun kelapangan dengan tim penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan lainnya untuk bisa memadamkan di mana terdapat titik api, untuk mencegah menyebar luas atau dapat dilokalisir dengan baik.
"Kalau personel kita yang diturunkan ini dari semua angkatan, yakni, Angkatan Darat (AD), dibantu Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Laut (AL) juga pihak kepolisian," tuturnya.
Menurut dia, langkah yang akan dilakukan prajurit di lapangan dalam memadamkan api bisa berbentuk apa saja, baik secara tradisional maupun yang lebih modern.
"Kalau melalui udara, sudah ada pemerintah menyewa helikopter pembom, kita bertugas melakukan pemadaman lewat darat," ucapnya.
Dikatakan M Abduh, bahwa titik api saat ini hampir ada di setiap daerah, utamanya di daerah Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Tabalong, dan Barito Kuala (Batola).
"Kita harap masyarakat juga ikut melakukan penanggulangan bahaya kebakaran hutan dan lahan ini, sebab imbasnya mengena kesemuanya, yakni, terjadinya bencana kabut asap yang dapat merugikan kesehatan belum lagi aktivitas," ujarnya.
Dengan musim kemarau yang sudah berlalu cukup lama imni, tegas dia, sangat dilarang bagi masyarakat yang melakukan pembakaran lahan, karena akan mendapat sanksi yang berat.
"Kalau ada yang sengaja melakukan pembakaran lahan apalagi hutan, pastinya akan kita tangkap, ini harus menjadi perhatian semua," katanya menegaskan.
Pewarta: SukarliEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026