Seorang penceramah dari Banjarmasin, KH Ahmad Zuhdiannoor mengatakan peristiwa Isra dan Mi'raj yang dialami Nabi Muhammad SAw adalah kejadian diluar nalar manusia maka untuk mempercayainya harus dengan iman.

Ahmad Zuhdiannoor menyampaikan hal itu saat memberikan tausiah pada peringatan Isra dan Mi'Raj Nabi Besar Muhammad SAW 1432 Hijriyah di ruang induk Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Kamis (23/6) malam.

Acara tersebut dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H Rudy Ariffin dan H Rudy Resnawan serta ribuan jemaaah laki-laki dan perempuan yang memadati ruang induk serta halaman masjid raya yang jadi kebanggaan warga Kalsel tersebut.

"Isra (berjalan) nabi dari Masjidil Haram ke Masjidi Aqsa, Palestina dilakukan dengan sekejap, padahal kalau ditempuh secara normal memerlukan waktu sekitar satu bulan", kata Zuhdiannoor.

Di tambah lagi, sambung dia nabi dimi'rajkan menaiki beberapa tingkatan langit juga dengan waktu yang sebentar.

"Dalam Riwayat nabi Isra dan Mi'raj waktunya sangat singkat bahkan belum hilang rasa hangat bekas badan nabi waktu berbaring di dekat ka'bah, nabi kembali lagi tempat semula", terang Zuhdi.

Tetapi, tegas dia, kalau dengan iman pasti dapat diterima karena semuanya itu adalah atas kudrat dan iradat Allah SWT atas hamba-Nya.

"Tinggal kita sekarang yang wajib melaksanakan hasil Isra dan Mi'raj Rasululllah SAW yaitu shalat lima waktu," kata Zuhdi.

Dari pantauan, sebelum tausiah acara memperingati Isra dan Mi'raj yang dirangkaikan dengan haul ke enam KH Muhammad Zaini Ghani (Guru Sekumpul) Martapura itu didahului pembacaan ayat suci Alqur'an oleh qari terbaik hasil seleksi tilawatil quran nasional (STQN) XXI 2011, Muhammad Yusuf dari Banjarmasin.

Serta sambutan gubenur dan pembacaan syair-syair maulid Al Habsyi oleh rombongan Majelis Ta'lim Masjid Jami Banjarmasin Utara.

Turut hadir mantan gubernur, HM Sjacriel Darham, Direktur Regional Bank Indonesia Wilayah Kalimantan, Khairil Anwar./Asmuni*C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026