Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru Kalimantan Selatan (Kalsel), membangun bendungan di Gunung Bahalang, Pulau Laut Utara, senilai Rp6,5 miliar untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di wilayah itu.

"Pembangunan bendungan Bahalang ini sebagai upaya meningkatkan debit air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah perkotaan," kata Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani pada peletakan batu pertama bendungan Behalang, di Kotabaru, Kamis.

Ke depan, lanjut bupati, bendungan Bahalang diharapkan dapat berfungsi sebagai penyangga kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Sebelimbingan, sebagai kawasan perkantoran dan pemukinan baru yg pembangunannya sedang berlangsung.

Selain berfunsi untuk memenuhi akan kebutuhan air bersih, bendungan Behalang juga difungsikan sebagai sarana wisata, pendidikan dan sarana untuk peningkatan perekonomian bagi masyarakat sekitarnya.

Tujuan pembangunan bendungan gunung Bahalang di Desa Gunung Sari adalah untuk memfaatkan potensi air permukaan daerah aliran sungai di wilayah tersebut.

Sumber air bendungan Gunung Bahalang diperoleh dari lima sumber anak sungai di wilayah itu.

Rencananya, bendungan tersebut akan dihubungkan dengan waduk Gunung Ulin guna menambah atau meningkatkan debit air bersih Waduk Gunung Ulin yang kering setelah beberapa bulan tidak turun hujan.

Sebelumnya, Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kotabaru Zulkifli AR, mengatakan, akibat menurunnya curah hujan akhir-akhir ini, debit air di beberapa titik mulai berkurang.

"Akibatnya PDAM mulai pekan ini melakukan jadwal giliran kepada para pelanggan," katanya.

Dikatakan, untuk sumber air di Gunung Mandin berkurang hingga 40 persen, dari 50 liter per detik menjadi 30 liter per detik.

Sumber air di Gunung Perak berkurang 80 persen, dari 10 liter per detik tersisa dua liter per detik.

Serta sumber air di Gunung Tirawan I berkurang 40 persen dari 10 liter per detik menjadi enam liter per detik dan Gunung Tirawan II berkurang 40 persen dari 30 liter per detik menjadi sekitar 20 liter per detik.   

"Bahkan air waduk Gunun Gunung Ulin yang biasanya dapat menutupi jika terjadi kekurangan, namun saat ini tidak lagi dapat membantu," terangnya.

Karena, waduk Gunung Ulin lima bulan ini dalam perbaikan. Dia
berharap, dengan menurunnya debit air di beberapa sumber mata air dan belum berfungsinya waduk Gunung Ulin, masyarakat diminta tetap bersabar dan menggunakan air bersih secara hemat.

"Terutama pelanggan di sekitar Gunung Mandin, Tirawan dan Gunung Perak," ujarnya.

Sementrara untuk distribusi air bersih untuk pelanggan di daerah yang lain masih relatif stabil, karena sumber air bersih di wilayah itu juga relatif cukup.

Diterangkan hingga saat ini, jumlah pelanggan PDAM di wilayah perkotaan mencapai kisaran 8.000 pelanggan, terdiri dari pelanggan rumah tangga mencapapai kisaran 80 persen sisanya pelanggan usaha, sosaial dan perkantoran.*C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026