"Karena tahapan Pilkada untuk gelombang pertama Desember 2015 sudah dimulai, jadi saya kira tepat jika dilakukan pada bulan Juni atau Juli nanti,"
Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Mahyudin menilai, dari sejumlah kandidat atau bakal calon Gubernur Kalimantan Selatan periode lima tahun mendatang, dua di antaranya dari kader partai politik tersebut layak menjadi gubernur provinsi tersebut.

Kedua kader Partai Golkar itu masing-masing H Rudy Resnawan (kini Wakil Gubernur provinsi setempat) dan H Pangeran Khairul Saleh (kini Bupati Banjar, Kalsel), ujar dia, di Banjarmasin, Jumat, sebelum kebali ke Jakarta.

Oleh sebab itu, lanjutnya, bursa pencalonan Gubernur Kalsel pada pemilihan kepala daerah atau pilkada Desember 2015, tentunya menjadi pertimbangan di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Meski berkas pendaftaran bakal calon (balon) gubenrnur tersebut belum disampaikan DPD Partai Golkar Kalsel ke DPP, namun dua nama kader beringin disebut-sebut layak menjadi orang nomor satu di jajaran pemrov ini periode mendatang.

Keberadaan Mahyudin di Kalsel dalam rangka kunjungan kerja selaku Wakil Ketua MPR RI untuk menyapikan kuliah umum pada Univeristas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin.

Menurut dia, DPP Partai Golkar memang sudah mempersiapkan survei pada seluruh balon gubernur dan wakil gubenur (wagub) yang sudah mendaftar di "perahu" partai berlambang pohon beringin tersebut.

Mengenai kapan survei itu dilaksanakan, ia menerangkan kepada media, mungkin pada bulan Juni-Juli mendatang.

"Karena tahapan Pilkada untuk gelombang pertama Desember 2015 sudah dimulai, jadi saya kira tepat jika dilakukan pada bulan Juni atau Juli nanti," terangnya.

Ketika ditanya, apakah DPP Partai Golkar sudah menunjuk lembaga survei independen untuk mengetahui elektabilitas dan popularitas bakal calon, dia mengatakan, sejauh ini belum.

"Kita masih melihat perkembangan dan menunggu laporan dari sejumlah daerah yang melaksanakan pilkada, termasuk di Kalsel," ucap alumnus Fakultas Teknik Unlam tersebut.

"Kalau semua balon sudah diajukan ke DPP, maka rencana survei tentunya akan disusun," demikian Mahyudin.


Pewarta: Sukarli
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026