Dalam dua bulan terakhir serangan KHV menyebabkan puluhan ribu ikan mas, akibatnya petani keramba menderita kerugian puluhan juta rupiah, kata Jumi (45) seorang petani keramba di Desa Sei Anyar, Kecamatan Banua Lawas, Tabalong, Minggu.
Ia menjelaskan, akibat serangan KHV lebih kurang 20 ribu ekor ikan mas miliknya mati dan kerugiannya mencapai Rp20 juta lebih.
Ikan mas yang mati berusia antara dua hingga tiga bulan, padahal biasanya usia empat bulan ikan sudah bisa dipanen.
"Lebih kurang 40 keramba ikan mas saya diserang KHV padahal usia ikan sudah mencapai tiga bulanan dan saya harus menderita kerugian sekitar Rp20 juta," kata Jumi.
Ia mengakui serangan KHV terkait menurunnya kualitas air Sungai Tabalong yang saat ini kondisinya sangat keruh, dan berwarna coklat.
Selain Jumi, puluhan petani keramba ikan mas lainnya juga mengalami hal serupa, akibatnya puluhan keramba di sepanjang Sungai Tabalong banyak yang ditelantarkan.
Hanya beberapa petani keramba yang masih bertahan dengan membudidayakan jenis ikan lain seperti ikan nila dan patin.
Petani keramba tersebar di Desa Hafalah, Sei Anyar, Bangkiling dan Banua Lawas, mayoritas petani keramba memilih menyetop usaha budidaya ikan mas sambil menunggu serangan KHV berkurang.
"Sekarang kami hanya memelihara ikan nila, karena jenis ini lebih tahan dibanding ikan mas, jika terkena KHV paling perutnya bengkak atau bagian matanya yang rusak," ujar Junaidi, petani keramba lainnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Perikanan dan Peternakan Tabalong, Ir Saleh menjelaskan, serangan KHV terhadap ikan mas sebenarnya sudah berlangsung sejak dua tahun lalu dan pihaknya cukup kesulitan mengatasi penyebaran virus tersebut.
Karena itu kepada petani keramba yang tersebar di Kecamatan Banua Lawas disarankan untuk menghentikan budi daya ikan mas, dengan tujuan untuk memutus siklus penyebaran KHV.
"Berbagai upaya sudah kita lakukan untuk menghentikan serangan KHV seperti pengawasan terhadap benih ikan mas yang masuk dan meminta petani keramba untuk menghentikan budi daya ikan mas," kata Saleh.
Data di Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perikanan dan Peternakan Tabalong menyebutkan, jumlah petani keramba di Kecamatan Banua Lawas mencapai 164 petani dengan jumlah keramba mencapai 1.129 buah.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026