Hal tersebut disampaikan Gubernur pada puncak peringatan hari jadi ke-59 Kabupaten HSU 2011 yang diselenggarakan secara sederhana di halaman kantor Bupati di Amuntai, Kamis.
Menurut Gubernur, dalam beberapa bulan ke depan Kalsel ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Rawa Nasional I.
"Saya harap saat itu akan diluncurkan sejumlah varietas padi unggul yang cocok dikembangkan di lahan rawa seperti di Kabupaten HSU ini," katanya.
Menurut Rudy, Pemprov terus mendukung dan mendorong pengembangan lahan rawa untuk dimanfaatkan secara maksimal bagi kesejahteraan masyarakat di daerah yang hampir seluruh wilayahnya berada di atas rawa ini.
Dengan pemanfaatan lahan rawa secara maksimal, tambah dia, diharapkan predikat HSU sebagai salah satu daerah tertinggal bisa dihapuskan.
Menurut Rudy, salah satu kendala kenapa HSU pembangunannya tertinggal dibanding daerah lain, karena pembangunan infrastruktur seperti jalan desa belum tersambung, begitu juga dengan jalan antar kecamatan yang ada di Kabupaten HSU.
"Namun janganlah predikat tersebut membuat masyarakat merasa berkecil hati tetapi harus tetap bersemangat untuk segera keluar dari ketertinggalan," katanya.
Gubernur juga berharap, pemerintah daerah terus berpacu melakukan perbaikan berbagai sektor yang menjadi hak dasar masyarakat seperti pelayanan pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur pedesaan serta pertanian dalam arti luas.
Sebagai daerah pertanian yang memiliki lahan rawa lebak yang sangat potensial untuk pertanian kata dia, diharapkan HSU mampu menjadi salah satu daerah penyangga pangan Kalsel bahkan nasional.
Selain itu, Rudy juga meminta agar Pemkab HSU tetap mewaspadai terjadinya cuaca ekstrem yang mungkin masih melanda daerah ini.
Pemerintah daerah, kata dia, harus mampu menyiasati pengembangan pertanian sesuai dengan potensi lahan lebak agar areal tanaman bisa maksimal.
Sebagaimana diketahui, pada tahun 2010 HSU merupakan daerah yang paling parah terkena dampak cuaca ekstrem, hampir sebagian besar petani di kota "itik" ini tidak bisa bercocok tanam.
Diharapkan kondisi tersebut tidak terjadi pada 2011 melalui langkah-langkah dan kebijakan yang telah diambil pemerintah daerah, provinsi dan pusat.(B)
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.