Barabai (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq memastikan sentra itik Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) telah siap untuk mendukung program prioritas nasional Kawasan Swasembada Pangan Energi Air Nasional (KSPEAN).
Hal itu disampaikan Hanif saat melakukan kunjungan lapangan sentra itik yang dikelola Kelompok Tani Jaya Bersama, Desa Mahang Baru, Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS), Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
"InsyaAllah tadi melihat semangat Bupati HST dan Bupati HSU, kita sangat yakin akan bisa mengemban Inpres (KSPEAN) tersebut," kata Wamenko Bidang Pangan Dr. Hanif Faisol Nurofiq di Mahang Baru, Senin.
Hanif mengatakan, Kalsel dimandatkan menjadi salah satu daerah sasaran pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional.
Kabupaten HST dikunjungi karena menjadi contoh keberhasilan penerapan inovasi Siti Hawa Lari atau dikenal sistem integritas ternak itik di lahan rawa dan lahan kering, program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel yang bertujuan memperkuat agribisnis itik rakyat secara berkelanjutan.
Wamenko Hanif bahkan memasuki kandang itik untuk melihat langsung sentra itik yang dikelola Kelompok Tani Jaya Bersama Desa Mahang Baru sekaligus berdiskusi dengan peternak setempat.
Hanif menegaskan, pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti Inpres KSPEAN untuk mengakselerasi komoditas potensial, termasuk itik sebagai sumber hewani yang melimpah untuk mendukung swasembada tersebut.
"Hasil kunjungan ini akan jadi catatan kami, sehingga saat kita konsolidasi di tingkat nasional ada bukti langsung bahwa kita telah hadir dengan kesiapan mendukung Inpres KSPEAN ini," ujarnya.
Selain itu, sesuai Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 19 Tahun 2025 menetapkan pembentukan Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan KSPEAN, Hanif juga mengajak para aparat penegak hukum (APH) setempat untuk turut mengawal program ini.
"Semoga dengan semangat bersama, apa yang dimandatkan Bapak Presiden mampu kita wujudkan demi membangun ketahanan pangan di regional melalui Kalimantan Selatan," harapnya.
Sementara itu, Bupati HST Samsul Rizal menyambut baik kunjungan Wamenko Bidang Pangan beserta jajaran, serta menyatakan dukungan penuh terhadap akselerasi KSPEAN di wilayahnya.
Sejalan dengan program swasembada pangan nasional, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan produktivitas berbagai komoditas strategis, seperti padi, cabai, tomat, ayam pedaging, ayam petelur, itik petelur, dan ikan air tawar yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan pangan dan pengendalian inflasi daerah.
"Kelompok Tani Jaya Bersama ini merupakan sentra terbesar di HST dengan populasi mencapai 36.000 ekor itik dengan produksi rata-rata sekitar 27.000 butir telur per hari. Ini jadi bukti bahwa peternakan rakyak memiliki potensi besar mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Kemudian, Bupati HSU H. Sahrujani mengatakan, Kabupaten HSU merupakan lokus pertama dari inovasi program Siti Hawa Lari dan terkenal dengan Itik Alabio yang berbuah prestasi bagi Pemprov Kalsel juara dua inovasi nasional.
Ia berharap, kedatangan Wamenko Bidang Pangan hari ini dapat menjadi angin segar bagi para peternak itik di Kalsel, serta juga ke depan dapat berkunjung ke Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Kunjungan lapangan itu turut dihadiri jajaran Pemprov Kalsel, Bupati HST, Wakil Bupati HST dan Forkopimda, jajaran Pemkab HST, Bupati HSU dan jajaran Pemkab HSU dan undangan lainnya.
Pewarta: Muhammad HidayatullahEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.