Barabai (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Pemkab HST) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah memberdayakan 50 klaster Siti Hawa Lari atau dikenal sistem integritas ternak itik di lahan rawa dan lahan kering yang tersebar di lima kecamatan untuk mendukung pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN). 

"Kita terus memperkuat sektor peternakan rakyat sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan," kata Bupati HST Samsul Rizal saat mendampingi kunjungan lapang Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Dr. Hanif Faisol Nurofiq di Desa Mahang Baru, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Senin. 

Sebelumnya, Provinsi Kalimantan Selatan dimandatkan menjadi salah satu daerah sasaran pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional.

Bupati Samsul Rizal mengatakan program Siti Hawa Lari merupakan inovasi yang dikembangkan untuk memperkuat agribisnis itik rakyat secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap program KSPEAN. 

Baca juga: Wamenko Pangan RI pastikan sentra itik HST dan HSU telah siap dukung KSPEAN

Menurutnya, hingga saat ini program tersebut telah membina sebanyak 50 kelompok peternak yang tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Labuan Amas Selatan, Labuan Amas Utara, Haruyan, Pandawan, dan Barabai.

"Keberadaan kelompok-kelompok tersebut menjadi penggerak utama pengembangan peternakan itik rakyat di daerah. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor peternakan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, salah satu contoh keberhasilan program tersebut dapat dilihat pada Kelompok Tani Jaya Bersama di Desa Mahang Baru yang baru dikunjungi Wamenko Dr. Hanif. 

Kelompok tersebut menjadi sentra terbesar pengembangan itik petelur di Kabupaten HST dan berhasil menerapkan inovasi Siti Hawa Lari secara optimal hingga memiliki populasi sekitar 36.000 ekor itik dengan produksi rata-rata mencapai 27.000 butir telur per hari.

Baca juga: Warga Lok Nyiur HST nikmati pembangunan jalan usai 20 tahun terisolasi

Capaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa peternakan rakyat memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. 

Bupati Rizal menegaskan, pihaknya akan terus mendorong peningkatan produktivitas sektor peternakan melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk bantuan itik petelur, anak itik, ayam petelur, kambing, dan domba kepada kelompok tani ternak serta masyarakat penerima program pengentasan kemiskinan. 

“Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga pengembangan sektor pangan dan peternakan di daerah semakin maju serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional,” katanya. 

Kunjungan Wamenko Bidang Pangan RI ke Kabupaten HST tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam pengembangan kawasan sentra peternakan dan agribisnis unggulan, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat peternak di Bumi Murakata. 



Pewarta: Muhammad Hidayatullah
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026