minimnya kesadaran merawat gigi, yakni stigma masyarakat mengenai mahalnya biaya pemeriksaan dan atau perawatan gigi, sehingga mereka takut datang ke dokter,"

Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPRD Kalimantan Selatan mengharapkan, tarif atau retribusi pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman jangan memberatkan masyarakat.

"RSGM Hasan Aman yang merupakan milik pemerintah provinsi (Pemprov) hendaknya berusaha menghilangkan kesan atau anggapan kesehatan gigi dan mulut identik dengan biaya mahal," ujar Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Kalsel HM Zaini, Jumat.

Sebab, lanjutnya, masyarakat banyak beranggapan kesehatan gigi dan mulut identik dengan biaya mahal dan tak terjangkau, karena selama ini hanya tersedia praktek tunggal tanpa didukung manajerial yang berorientasi pada publik.

Menurut anggota DPRD Kalsel dua periode dari PDIP itu, perawatan gigi dan mulut tampaknya belum menjadi perhatian masyarakat secara lebih maksimal.

"Berdasarkan riset Pesatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) hanya dua persen warga yang merawat gigi dan mulut," ungkapnya.

"Faktor minimnya kesadaran merawat gigi, yakni stigma masyarakat mengenai mahalnya biaya pemeriksaan dan atau perawatan gigi, sehingga mereka takut datang ke dokter," demikian Zaini.

Pendapat yang hampir sama dari Fraksi Partai Bintang Reformasi DPRD Kalsel melalui juru bicaranya Ahmad Sahal berharap, agar penyusunan dan penetapan tarif pelayanan kesehatan pada RSGM Hasan Aman memperhatikan aspek kewajaran.

Selain itu, kepatutan dan tidak memberatkan bagi wajib retribusi, sehingga besar biaya pelayanan kesehatan RSGM tersebut mampu bersaing dengan rumah sakit lain.

Fraksi-fraksi lain di DPRD Kalsel menyampaikan harapan serupa, yaitu agar pengenaan tarif/retribusi pelayanan pada RSGM Hasan Aman jangan memberatkan masyarakat.

Pendapat dan harapan fraksi-fraksi dewan tersebut berkaitan dengan pembahasan Raperda tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan Pada RSGM Hasan Aman.


Pewarta: Syamsuddin Hasan
: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026