Oleh Imam Hanafi
Kotabaru, (Antaranews.Kalsel) - Bupati Kotabaru, Kalimantan Selatan, H Irhami Ridjani, mengimbau para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), untuk menabung dana di Bank Perkreditan Rakyat Saijaan Kotabaru minimal selama empat bulan.
"Tolong semua SKPD agar menabung sebagian dananya di Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Saijaan, agar permodalan BPR lebih baik," kata Bupati di Kotabaru, Senin.
Anjuran menabung tersebut disampaikan bupati menyusul semakin menipisnya modal BPR Saijaan, dalam menghadapi tahun ajaran baru, sebagaimana terjadi saat memasuki tahun ajaran baru banyak nasabah memerlukan biaya untuk keperluan memasukkan anak sekolah yang lebih tinggi.
Kalau bisa, lanjut Irhami, dana yang ditabung diendapkan minimal empat bulan, atau setelah selesai musim tahun ajaran baru.
Sekretaris Daerah Kotabaru H Suriansyah, menambahkan, Pemkab Kotabaru pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013, sudah mengalokasikan dan penyertaan modal kepada BPR Saijaan sebesar Rp1 miliar.
"Namun dana tersebut bisa bisa direalisasikan, karena Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur masalah tersebut baru disahkan Desember 2013," terangnya.
Ia berharap, dana penyertaan modal untuk BPR Saijaan itu bisa kembali dianggarakan pada APBD Kotabaru 2014 perubahan, karena pada APBD Kotabaru 2014 murni tidak masuk.
Direktur Utama Bank Perkreditan Rakyat Saijaan Kotabaru, Slamet Suseno Hadi, didampingi koordinator operasional Perlyn Paulina, menjelaskan, saat ini BPR saijaan memiliki modal Rp1 miliar, sekitar 35 persen dari modal tersebut berasal dari Pemprov Kalsel.
"Sisanya, sebagian atau sekitar Rp500 juta berasal dari Pemkab Kotabaru," imbuhnya.
Sebelumnya, Pemkab Kotabaru, berencana memperbanyak bank perkreditan rakyat hingga ke kota kecamatan guna membantu mendorong tumbuhnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah tersebut, agar semakin banyaknya BPR di kota-kota kecamatan, bisa mendorong tumbuhnya industri-industri rumah tangga.
