Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Ketua DPRD Kalimantan Selatan Kolonel Inf (Purn) Nasib Alamsyah juga mengharapkan pemerintah pusat agar membantu percepatan penyelesaian pembangunan beberapa waduk atau bendungan di provinsinya.
"Karena itu saya mendukung dan mendorong pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel mengajukan usulan ke pemerintah pusat, untuk percepatan penyelesaian pembangunan beberapa waduk/bendungan di provinsi kita," ujarnya di Banjarmasin, Jumat.
Pasalnya, lanjut pensiunan perwira menengah TNI-AD itu, keberadaan waduk/bendungan tersebut akan sangat bermakna dalam upaya peningkatan prodksi padi Kalsel, yang bukan saja sebagai lumbung pangan, tapi juga penyangga ketahanan pangan nasional.
"Apalagi sejumlah waduk/bendungan itu masih banyak memerlukan pembangunan saluran agar bisa berfungsi maksimal sebagai irigasi pertanian," tambah mantan Komandan Korem Bone, Sulawesi Selatan tersebut.
"Sementara untuk penyelesaian sarana dan prasarana irigasi pertanian itu memerlukan biaya yang tidak sedikit, yang APBD Kalsel belum mampu menanggung sepenuhnya," ujar Nasib yang mencalon anggota DPD-RI dari daerah pemilihan provinsi tersebut.
Ia mengungkapkan, beberapa waduk/bendungan di Kalsel yang masih belum rampung 100 persen dan memerlukan perhatian/bantuan pemerintah pusat, yaitu Bendung Batang Alai (180 km utara Banjarmasin), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Selain itu, waduk/bendungan Amandit (150 km utara Banjarmasin), Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), bendung Pitap, Kabupaten Balangan, serta waduk Tapin (120 km utara Banjarmasin), di Kabupaten Tapin.
Kemudian penyelesaian rehabilitasi Polder Alabio, di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang selama ini sebagai penunjung usaha pertanian di lahan lebak atau rawa monoton.
"Pengusulan pembiayaan untuk percepatan penyelesaian waduk/bendungan serta rehab Polder Alabio (185 km utara Banjarmasin) itu oleh Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin saat Musrenbang Regional Kalimantan di Balikpapan, Kaltim 3 - 5 Maret lalu," ungkapnya.
Ia berharap, dengan penambahan pencetakan sawah baru, serta selesainya pembangunan beberapa waduk/bentun dan rehab Polder Alabio tersebut, produksi padi Kalsel terus meningkat.
"Dengan peningkatan produksi padi tersebut, ke depan Kalsel tidak lagi berada di urutan 11 se-Indonesia dalam ketahanan pangan nasional, tapi dapat lebih meningkat atau setidaknya masuk sepuluh besar," demikian Nasib Alamsyah.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.