Langkah yang kami lakukan adalah menabung air di area bendungan Riam Kanan sehingga operasional mesin pembangkit tetap bisa berjalan dengan lancar dengan debit air yang masih terjaga,"
Martapura (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah siapkan langkah antisipasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir PM Noor Riam Kanan guna menjaga keandalan pasokan listrik menghadapi musim kemarau.
Tim Leader Operasional PLTA Ir PM Noor, Widiyanto di Aranio Kabupaten Banjar, Kamis mengatakan pihaknya telah menyiapkan strategi khusus agar operasional pembangkit tetap optimal meski pun terjadi penurunan debit air.
"Langkah yang kami lakukan adalah menabung air di area bendungan Riam Kanan sehingga operasional mesin pembangkit tetap bisa berjalan dengan lancar dengan debit air yang masih terjaga," ujarnya.
Widiyanto menjelaskan, pengelolaan air dilakukan secara adaptif mengikuti kondisi musim. Saat kemarau, volume air dijaga melalui penampungan, dan musim hujan air dialirkan terukur untuk menjaga keseimbangan operasional pembangkit.
Widiyanto mengungkapkan, kondisi ketinggian muka air saat ini masih dalam batas aman, yakni sekitar 58,9 meter, dengan elevasi maksimum 59 meter, sedangkan batas terendah berada di bawah 56 meter.
"Langkah yang kami lakukan tersebut menjadi kunci menjaga ketersediaan air sebagai sumber utama energi bagi PLTA, khususnya periode kemarau dan berpotensi menurunkan kapasitas produksi listrik tenaga air," ungkapnya.
Dikatakan, melalui langkah antisipatif itu, PLN optimistis pasokan listrik tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau, sehingga kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
Baca juga: PLN-ANTARA Kalsel perkuat sinergitas sebarkan informasi kelistrikan kepada masyarakat
Diketahui, PLTA Ir PM Noor Riam Kanan memiliki peran strategis dalam sistem kelistrikan regional Kalimantan karena energi listrik disalurkan ke sistem interkoneksi Barito sehingga dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Kalselteng.
Pembangkit yang dioperasikan sejak tahun 1973 itu dari sisi kapasitas, didukung tiga unit turbin dengan total daya sekitar 30 megawatt (MW), dan menjadikannya sebagai salah satu sumber energi penting bagi PLN.
Selain PLTA, kawasan waduk juga dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung berkapasitas 361,92 kilowatt peak (kWp) yang dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan operasional internal pembangkit.
Secara keseluruhan, PLTA Ir PM Noor Riam Kanan beroperasi terintegrasi dengan pembangkit lain seperti PLTU dan PLTD yang bertujuan menjaga keandalan serta stabilitas pasokan listrik di wilayah Kalimantan.
Pewarta: Yose RizalEditor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026