Pangsa pasar semen merk Tiga Roda produksi Indocement untuk pasar domestik selama 2010 sebesar 12,8 juta metrik ton atau tumbuh sekitar 8,5 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 11,8 juta metrik ton.

"Untuk penjualan domestik tersebut, sebagian besar diserap oleh sektor perumahan," ujar Sekretaris Perusahaan Indocement Dani Handayani, Kamis.

Dengan naiknya penjualan domestik tersebut, mempengaruhi pendapatan bersih 2010 mencapai Rp11,138 triliun dan laba usaha mencapai Rp4,020 triliun sehingga laba bersih mencapai Rp3,225 triliun.

Sementara itu untuk penjualan ekspor, khususnya semen curah (Klinker) selama 2010 turun sekitar 35 persen dari sekitar 1,6 juta metrik ton pada 2009 menjadi 1,0 juta ton pada 2010.

Dikatakan, sebagai produsen semen di Indonesia yang memiliki kelebihan kapasitas produk, perseroan mampu meraih pangsa pasar di hampir setiap pasar domestik di luar Jakarta.

Strategi Perseroan untuk menjual lebih banyak lebih besar lagi di pasar yang berlokasi jauh dari pabrik, manajemen juga memberikan kontribusi untuk meningkatkan pangsa pasar.

Sementara itu, untuk penjualan ekspor semen curah atau Klinker selama 2010 turun lebih rendah sebesar 35 persen dari 1,6 juta metrik ton pada 2009 menjadi 1,0 juta ton pada 2010.

Hal itu disebabkan perseroan lebih fokus untuk memenuhi permintaan domestit yang semakin meningkat.

Oleh karena itu, ujar dia, total volume penjualan selama 2010 hanya meningkat sebesar 3,2 persen dari sebesar 13,5 juta ton pada 2009 menjadi 13,9 juta pada 2010.

Deriktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Mr.Daniel Lavalle, menyatakan, meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi, akibat pasar yang semakin kompetitif, Indocement berhasil meningkatkan pangsa pasarnya menjadi 30,9 persen dari 30,2 persen.

Kedepannya, Indocement akan terus memprioritaskan untuk mempertahankan pangsa pasar.

Selain itu, pada tahun 2010 Perseroan juga telah berhasil meningkatkan bidang usaha Beton Siap-Pakai (Ready-Mix Concreate/RMC).

Langkah ini sebagian besar difasilitasi oleh akuisisi Indocement atas tambahan fasilitas agregat di tahun 2009 dan investasi Perseroan berupa pembelian batching plant dan truk mixer baru, di tahun 2010.(C/B)


Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026