Masyarakat adat terpencil di Barabai, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, segera diberdayakan, melalui pembangunan infrastruktur untuk menunjang pekerokomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.
     "Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur pemukiman masyarakat adat," kata Kabid Pemberdayaan Sosial Disnakertransos Abdul Halim, Jumat.
     Rencanakan  sekitar 75 kepala keluarga masyrakat adat terpencil di daerah itu akan mendapatkan bantuan senilai sekitar Rp2,5 milyar yang bersumber dari APBN.
     "Apabila usulan program KAT ini terealisasi, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat, dengan tetap mengedepankan pemberdayaan dan ketahanan kearifan lokal," kata Halim.
     Seketaris Daerah Hulu Sungai Tengah IBG Dharma Putra, mengungkapkan, keberadaan progam pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil sangat baik dan diharapkan dapat terlaksana di HST.
     Menginga, kata dia, masih ada sebagian masyarakat HST memiliki aksesibilitas  minim karena faktor geografis, faktor ekomomi dan faktor sosial budaya.
     "Jumlah kepala keluarga yang masuk berkategori Komunitas Adat Terpencil di Kabupaten Hulu Sungai Tengah lebih kurang 1.362 KK." jelasnya.
     Terdiri dari 615 KK tersebar di delapan desa di Kecamatan Batang Alai Timur, sebanyak 747 KK berada di lima desa Kecamatan Hantakan.
     Menurut Dharma, program ini penting dalam rangka upaya  bersama Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan komunitas adat terpencil secara bertahap sebagaimana  masyarakat Indonesia pada umumnya.
     Serta agar mereka dapat berperan  secara aktif dalam setiap  kegiatan  pembangunan secara partisipatif.



Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026