Banjarmasin, (Antaranews Kalsel ) - Imbauan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya kepada kader partai politik tersebut yang duduk sebagai anggota DPRD agar mengurangi kunjungan kerja ke luar daerah saat mendekati pelaksanaan Pemilihan Umum 2014, dinilai positif.
"Imbauan DPP itu merupakan kebijakan yang positif," ujar Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Kalimantan Selatan H Puar Junaidi, sebelum rapat paripurna lembaga legislatif tingkat provinsi tersebut, di Banjarmasin, Kamis.
"Terlebih saat sudah mendekati pelaksanaan Pemilu 2014, para anggota dewan, apalagi yang ikut kembali menjadi calon legislatif, perlu lebih konsentrasi menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan itu," lanjutnya.
Bagi Puar Junaidi, imbauan DPP Partai Golkar itu tidak masalah, karena dirinya sejak dua bulan terakhir sudah mengurangi keikutsertaan dalam kunjungan kerja anggota DPRD Kalsel ke luar daerah.
"Sejak dua bulan terakhir saya hampir tak pernah lagi mengikuti kunker anggota DPRD Kalsel ke luar daerah. Saya lebih banyak berada di dalam daerah sendiri fokus untuk kepentingan partai," ujar Puar yang kembali maju menjadi caleg tingkat provinsi tersebut.
"Bagi saya pribadi, yang terpenting bagaimana mengabdi untuk membesarkan partai. Masalah nanti terpilih lagi atau tidak menjadi anggota DPRD Kalsel periode 2014 - 2018, itu lain hal," tandas anggota DPRD Kalsel dua periode itu.
Mengenai anggota DPRD Kalsel dari Partai Golkar terkait imbauan mengurangi kunker ke luar daerah, dia menyatakan, hal tersebut juga sudah mereka ketahui, dan tergantung sikap pribadi masing-masing kader.
"Pada dasarnya kita tidak bisa memaksa. Namun kami berharap, semua kader Partai Golkar yang duduk sebagai anggota dewan di Kalsel, mematuhi imbauan DPP tersebut," demikian Puar.
Berdasarkan hasil Pemilu 2009, dari kuota 55 anggota DPRD Kalsel, sepuluh orang di antaranya direbut Partai Golkar. Selebihnya dari Partai Demokrat sembilan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masing-masing tujuh orang.
Selain itu, dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Bintang Reformasi (PBR) masing-masing lima orang, serta Partai Kebangkitan Bangsa tiga orang.
Kemudian dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dua, serta Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) masing-masing satu orang.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.