Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang dilakukan Satuan Lalu Lintas Polresta Banjarmasin, Kalimantan Selatan,vSabtu (15/2) malam, mengamankan ratusan kendaraan bermotor karena melanggar aturan berlalu lintas.
Kepala Bagian Operasi Polresta Banjarmasin, Kompol Andri Koko Prabowo Sik MH di Banjarmasin, Minggu, mengatakan ratusan kendaraan bermotor tersebut diketahui hasil dari razia yang dilakukan Satlantas Polresta Banjarmasin.
Semua kendaraan bermotor yang diamankan itu diketahui pengendaranya telah melanggar aturan dan tata cara berlalu lintas saat di jalan raya, khususnya di Kota Banjarmasin.
Pelaksanaan Operasi Pekat tersebutpada Sabtu (15/2) malam, sekitar pukul 22.00 Wita hingga selesai dan selain Satlantas, sejumlah Polsekta dan satuan fungsi di jajaran Polresta Banjarmasin, juga ikut melaksanakan operasi tersebut.
Dari data yang disampaikan Satlantas ke bagian operasi Polresta Banjarmasin, ada sekitar ratusan ranmor yang diamankan dengan kesalahan masing-masing diantaranya 116 STNK, 45 SIM, dan ranmor sebanyak 119 unit.
"Semua ranmor tersebut, diamankan di halaman parkir Polresta Banjarmasin, dan diberikan sanksi tegas bagi pelanggarnya berupa tilang karena tidak melengkapi kelengkapan dan perlengkapan kendaraan yang digunakan saat di jalan raya," tuturnya kepada Antara.
Bukan itu saja, untuk pihak Polsekta-Polsekta juga melaporkan hasil Operasi Pekat yang mereka lakukan diantaranya, Satuan Sabhara mengamankan tiga orang menghisap lem fox dan tiga orang lainnya minum miras oplosan.
Polsekta Banjarmasin Timur, mengamankan dua unit kendaraan bermotor jenis roda dua, tanpa surat menyurat, Polsekta Banjarmasin Barat mengamankan, dua orang mabuk miras oplosan dan satu orang didapat sedang menghisap lem fox, Polsekta Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) mengamankan tiga unit ranmor diketahui tanpa surat menyurat.
Untuk sanksi hukum terhadap para pelaku pekat, diserahkan masing-masing Polsekta dan satuan fungsi yang mengamankan, tapi diutamakan lebih bersifat mendidik dan pembinaan untuk kasus tindak pidana ringan.
"Razia dalam rangka Operasi Pekat ini akan terus kita laksanakan setiap malam Minggunya untuk cipta kondisi menjelang Pemilu 2014 dan guna memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat agar selalu dalam kondisi yang kondusif," ucap pria lulusan Akpol angkatan 1999 itu.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.