Oleh Rusmanadi
Barabai, (Antaranews Kalsel) - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (energy microhidro) di kawasan pemukiman masyarakat adat Dayak Meratus di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, saat ini dalam proses lelang.
Koordinator Lembaga Perberdayaan Masyarakat Adat (LPMA) Borneo Selatan, Juliade di Barabai, ibu kota Hulu Sungai Tengah (HST), Jumat, mengatakan, lelang dilakukan oleh Kementrian Lingkungan Hidup RI melalui Pusat Pengembangan Ekoregion (PPE) Kalsel.
"PPE Kalsel yang memiliki kewenangan untuk melakukan lelang tersebut. Diharapkan awal Februari 2014 ini prosesnya sudah selesai," katanya.
Lelang tersebut merupakan yang kedua. Sebelumnya, November 2013 lalu juga telah dilakukan proses lelang dan ditargetkan pembangunan energy microhidro sudah dapat direalisasikan Desember 2013.
Namun, ujarnya, proses lelang pertama itu gagal tanpa adanya penjelasan dari pihak PPE Kalsel perihal tersebut.
"Hanya ada pemberitahuan dari PPE bahwa Januari ini mereka melaksanakan lelang kedua tanpa ada penjelasan tentang gagalnya proses lelang pertama," ujarnya.
Pembangunan energy microhydro merupakan bagian dari program Hutan Desa (Hutdes) yang dibentuk oleh LPMA Borneo Selatan di HST dan mendapat dukungan dari Kawal Borneo Community Foundation (KBCF) serta Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel selaku lembaga donor.
Tahun 2013 lalu telah dilakukan study kelayakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang ditunjuk sebagai staf ahli oleh PPE Kalsel untuk melakukan perhitungan debit air.
Diharapkan, dalam waktu dekat ini ada pemberitahuan dan penjelasan dari PPE Kalsel perihal pelaksanaan lelang kedua agar pelaksanaan pembangunan energy microhydro dapat segera terealisasi.
