Sejumlah petani karet di Tabalong, Kalsel, resah menyusul anjloknya harga karet dari Rp18 ribu per kilogram menjadi Rp4 ribu per kilogram.

Menurut Sunari, seorang petani karet di Desa Kasiau Kecamatan Murung Pudak, Sabtu (12/3) mengatakan, harga karet turunnya bervariasi, ada yang turun hingga Rp2 ribu per kilogramnya dan sampai Rp3 ribu per kilogramnya dalam tiap 2 minggu.

Padahal sebelumnya harga karet dalam bentuk mangkokan bisa mencapai Rp17 ribu lebih, tergantung kualitasnya masing-masing.

"Sekarang harganya sudah turun drastis menjadi Rp4 ribu per kilogram dan belum bisa memastikan apakah bisa naik lagi, yang jelas kami petani karena jadi resah mengingat mahalnya harga sembako saat ini," ujar Sunari.

Setiap hektare kebun karet ungkap Sunari, dalam dua hari dapat memperoleh sekitar 40 kg atau Rp600 ribu dengan harga sekitar Rp15 ribu per kg.

Turunnya harga karet menyebabkan pendapatan para pekebun getah, menurun tajam.
 
Terpisah Kadis Perkebunan Tabalong, Ir Saepudin MSi membenarkan soal turunnya harga karet hingga Rp4 ribu per kilogram dan penurunan ini dipicu turunnya harga karet dunia.
 
"Turunnya harga karet tak hanya terjadi di Tabalong namun di daerah lain dan ini dipicu dengan turunnya harga karet di pasaran dunia," ujar Saepudin.
 
Bahkan tahun sebelumnya harga karet pun sempat anjlok hingga Rp3.200 per kilogram namun bisa naik kembali mengikuti perubahan harga di pasaran dunia.

"Komoditas karet di Tabalong memang termasuk unggulan, dibanding komoditi lain luas lahan karet terbesar mencapai 53.786 hektar yang merupakan kebun rakyat," jelasnya lagi.(mia*C)


Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026