Kotabaru, (Antaranews.Kalsel) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, terpaksa menunda input hasil penyisiran daftar pemilih tetap yang seyogyanya dilaksanakan pada 25 November karena gangguan jaringan internet.
"Sebenarnya kami sudah jadwalkan bahwa input data dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dilaksanakan Senin (25/11), tetapi karena jaringan internet bermasalah, dan mudah-mudahan besuk (Selasa, 26/11) bisa dilaksanakan," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Kotabaru M Erpan di Kotabaru, Senin.
Gangguan internet cukup mengganggu aktivitas penuntasan DPT yang hingga kini masih menjadi persoalan nasional.
Jaringan internet, kata Erpan, merupakan hal yang urgen demi kelancaran proses pemutakhiran DPT, khususunya bagi daerah-daerah yang sulit dijangkau, seperti daerah kepulauan dan daerah terisolir lainnya.
KPU dan PPK di Kotabaru saat ini hanya mengandalkan jaringan internet dengan menggunakan modem, khususnya untuk daerah yang masih terisolasi, karena layanan internet dari badan usaha milik negara PT Telkom belum mampu melayani semua daerah kecamatan di Kotabaru, terutama daerah kepulauan.
Menurut jadwal, lanjut Erpan, PPK menyerahkan input data DPT hasil penyisiran terakhir ke KPU paling lambat 25 November, selanjutnya 30 November KPU mengolah data tersebut untuk diserahkan ke KPU Provinsi pada 2 Desember.
"Diharapkan pada 4 Desember KPU pusat sudah bisa menggelar rapat pleno terbuka hasil penyisiran DPT secara nasional, dan mudah-mudahan soal DPT sudah benar-benar final," harapnya.
Menurut dia, hasil penyisiran PPK nantinya ada kemungkinan terjadi perubahan pada jumlah DPT, bisa bertambah ataupun berkurang.
Hasil mengetahui hasil pemutakhiran, yang meliputi, melengkapi data pemilih yang nihil, penghapusan data ganda, salah usia dan nama, tidak memiliki nomer induk kependudukan (NIK), atau nomer induk kartu keluarga (NKK), serta kekurangan data yang lainnya, sudah tuntas dapat melakukan Snapshot secara mandiri.
"Dengan menggunakan fungsi Snapshot pada Sistem Data Pemilih (Sidalih), semuanya akan bisa dilihat, apakah jumlah DPT berkurang atau bertambah, atau informasi lainnya juga bisa diketahui dari program tersebut," ungkapnya.
Dari Snapshot tersebut, pihaknya juga bisa memperoleh informasi banyak di antaranya, apabila ada anggota TNI Polri yang masuk dalam DPT otomatis akan terhapus.
Sementara itu, berdasarkan hasil akhir rapat pleno terbuka, KPU Kotabaru menetapkan jumlah DPT Kotabaru sebanyak 226.803 pemilih.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.