Oleh Yose Rizal

Banjarbaru, (Antaranews.Kalsel) - Satuan Reserse Narkotika Kepolisian Resor Banjarbaru, Polda Kalimantan Selatan, mengamankan dua pria pendulang intan yang terbukti sebagai pemakai narkotika jenis sabu-sabu.

Kepala Kepolisian Resor Banjarbaru AKBP Riko Sunarko, Senin mengatakan dua tersangka yang kini ditahan dalam sel mapolres Banjarbaru berinisial Juh dan Yul yang masing-masing berusia 34 tahun.

"Keduanya diamankan di rumah Yul dan ditemukan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu yang sempat dibuang saat petugas datang," ujar kapolres yang didampingi Kasat Reserse Narkoba AKP Tukiman.

Menurut Tukiman, kedua tersangka diamankan di rumah Yul Jalan Ahmad Yani Km 22,4 arah Pelaihari, Jumat (15/11) saat tengah santai sebelum ke lokasi pendulangan intan di Kecamatan Liang Anggang Banjarbaru.

Sementara, barang bukti yang diamankan dari tangan kedua tersangka adalah satu paket hemat sabu-sabu yang sudah dibungkus dalam plastik klip kecil dengan berat bersih 0,1 gram.

"Sabu-sabu paket hemat yang dibungkus plastik kecil itu rencananya digunakan kedua tersangka sebelum menjalani aktivitas mendulang intan di kawasan pendulangan," ujarnya.

Dikatakan, kedua tersangka yang terbukti memiliki dan menyimpan narkotika dikenakan pelanggaran UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 112 ayat 1 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.

"Pengakuan tersangka, mereka hanya pemakai, tetapi informasi yang kami himpun dilapangan, salah satu tersangka yakni Yul adalah pengedar sabu-sabu yang menjual kepada rekan-rekannya," ungkap dia.

Pengakuan tersangka Juh, sabu-sabu yang dikonsumsi berguna untuk menahan rasa dingin saat bertugas sebagai penyemprot pasir di dalam lubang pendulangan yang dalamnya mencapai 4-6 meter.

"Tugas menyemprot pasir di dalam lubang bisa seharian sehingga untuk mengatasi rasa dingin, kami memakai sabu-sabu sebelum bertugas," ujar pria beranak tiga itu.

Sementara, tersangka Yul mengaku sabu-sabu diperolehnya dari seseorang yang berasal dari Banjarmasin dan dibelinya seharga Rp200 ribu yang bisa dipakai untuk berdua.

"Belinya patungan jika ada uang seharga Rp200 ribu satu paket hemat yang bisa dipakai dua hingga empat orang. Tapi belinya tidak tiap hari, tergantung jika ada uang hasil mendulang," katanya.


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026