Oleh Rusmanadi

Paringin, (Antaranews.Kalsel) - Anak penderita Meningocele atau benjolan sebesar telur angsa di bagian wajah, Epet (6) warga Mauya, Desa Uren Kecamatan Halong Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, penyakitnya kini kambuh lagi.

Menurut Sekretaris Rumah Manusia Foundation, Haris di Paringin, ibu kota Balangan, Senin, pada Februari lalu pihaknya telah mengupayakan bantuan untuk pelaksanaan operasi terhadap anak penderita Meningocele tersebut.

"Namun saat itu RMF hanya mampu mengupayakan operasi pembuangan dengan bantuan dari pemerintah daerah setempat melalui fasilitas Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas)," ujarnya.

Sedangkan menurut dokter yang melakukan penanganan saat itu, mestinya operasi harus dilakukan hingga tiga kali agar penyakit tersebut tidak kambuh lagi.

Menurut dokter saat itu, katanya, harus dilakukan operasi plastik permanen terhadap penderita setelah dilakukan operasi pembuangan.

"Namun keterbatasan dana membuat hal tersebut tidak dapat dilakukan. Jamkesda dan Jamkesmas dari pemerintah daerah setempat tidak cukup untuk pelaksanaan operasi plastik permanen," katanya.

Epet sendiri merupakan anak kelima dari enam bersaudara pasangan Almarhum Sampir dan Lita (55) yang mulai menderita penyakit tersebut sejak usia tiga tahun.

Karena merupakan keluarga tidak mampu yang hanya mengandalkan hidup sebagai buruh sadap karet, orang tua Epet tidak memiliki biaya untuk membawa anak perempuan mereka itu berobat.

Februari lalu, bersama petugas Puskesmas setempat, RMF memfasilitasi pengobatan Epet di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin di Banjarmasin.

Ia menambahkan, setelah mendapatkan perawatan selama dua bulan di RSUD Ulin Banjarmasin, anak penderita Meningocele tersebut diperbolehkan pulang.

"Terpaksa harus pulang karena tidak mungkin untuk melanjutkan prosedur operasi plastik permanen, berhubung dana untuk itu tidak ada," tambahnya.

Setelah sempat membaik, saat ini penyakit Meningocele yang di derita Epet kembali kambuh dan membesar hingga sebesar telur angsa yang membuatnya sulit bernafas.

Selain menderita penyakit Meningocele, Epet juga di diagnosa dokter menderita gejala Tuberkulosis (TBC).

Atas kondisi penderita tersebut, RMF sangat berharap ada pihak-pihak yang mau peduli dan dapat membatu biaya pengobatan Epet.


: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026