Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin, saat melakukan razia penyakit masyarakat (Pekat) menjaring tiga pasangan yang diduga mesum di kamar hotel tanpa ikatan suami isteri.
Kepala Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin, Kompol Haryono MT di Banjarmasin, Kamis mengatakan, tiga pasangan yang diduga mesum di kamar itu terjaring di tiga tempat penginapan/hotel.
Tiga tempat itu diantaranya Hotel Cahaya terjaring satu pasangan, Hotel Rajawali terjaring satu pasangan dan satu penginapan di SMKN 4 Banjarmasin satu pasangan, semua pasangan itu diduga bukan pasangan yang sah.
Dikatakan, razia pekat tersebut dilakukan oleh Satuan Sabhara itu pada Rabu (27/3) malam sekitar pukul 22.00 wita dengan mengerahkan puluhan anggota polisi berseragam.
"Razia yang kita lakukan ini atas dasar perintah dari pimpinan dan untuk razia kali ini kita fokuskan kepada hotel/penginapan disinyalir terdapat pasangan diluar nikah dan informasin dari masyarakat," terang pria murah senyum itu.
Terus dikatakan, ketiga pasangan mesum tersebut langsung dibawa ke Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.
Selain dilakukan pembinaan dan pendataan, ketiga pasangan yang rata-rata masih remaja itu dipanggil orang tuanya, agar mengetahui bagaiman kelakuan anak mereka diluar dan nantinya bisa lebih mengawasi lagi.
"Kita akan terus melakukan razia di hotel-hotel karena banyaknya laporan masyarakat yang masuk kekita, terkait banyak pasangan remaja tanpa ikatan yang sah ngamar," ucapnya kepada ANTARA.
Haryono terus mengatakan, razia pekat ini bertujuan untuk menciptakan dan memelihara keamanan dan ketertiban di masyarakat agar terus berjalan kondusif.
Bukan itu saja, razia ini juga untuk mengantisipasi terjadinya tindak kriminal atau kejahatan jalan, serta kejahatan dikamar hotel, dengan adanya polisi yang terus patroli dijalan dan razia di hotel, maka para pelaku kejahatan akan mengurunkan niatnya, demikian Haryono.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.