Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Belasan kendaraan bermotor (Ranmor) saat diperiksa polisi tidak bisa menunjukan surat menyuratnya dan terlihat tidak sesuai dengan standarnya terpaksa diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.
Kepala Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin. Kompol Haryono MT di Banjarmasin, Minggu mengatakan, terjaring belasan ranmor itu saat mereka sedang asyik nongkrong disiring depan kantor Gubernuran Kalsel.
Saat itu polisi sedang melakukan razia terhadap balapan liar dan motor yang dicurigai langsung dilakukan pemeriksaan, yang tidak lengkap kelengkapannya seperti SIM dan STNK serta perelngkapan kendaraan seperti Spion, kenalpon, lampu, nomor polisi langsung diamankan.
Ada sekitar 15 kendaraan bermotor jenis roda dua yang diamankan dalam razia yang dilakukan pada Sabtu (9/3) malam sekitar pukul 22.00 wita dan semua kendaraan itu di bawa langsung ke Polresta Banjarmasin.
"Kita akan antisipasi terjadinya balapan liar yang dilakukan oleh para anak muda itu sehingga untuk itu kita lakukan penertiban terhadap tempat-tempat nongkrong mereka," terangnya kepada ANTARA.
Bagi sepeda motor yang setelah diperiksa di Polresta Banjarmasin tidak bisa menunjukan surat menyurat seperti SIM dan STNK maka langsung di serahkan ke bagian Satuan Lalu Lintas untuk dilakukan sanksi berupa penilangan.
Sedang untuk kendaraan bermotor yang tidak sesuai dengan standarnya tidak berkaca spion, knalpot diganti dan berbunyi nyaring, nomor polisi dilepas, maka langsung diamankan dan ditilang.
"Menurut informasi, sepeda motor yang dicurigai balapan liar makan akan dilakukan penilangan selama tiga bulan dan siapapun orangnya tidak akan bisa untuk melakukan pengurusan jadi sebelum itu terjadi hindari balapan liar dan lengkapi sepeda motor yang digunakan," tutur pria berpangkat kompol itu.
Razia terhadap balapan liar ini terus dilakukan karena banyaknya keluhan masyarakat dan selain itu juga sangat membahayakan bagi pengguna jalan lainnya karena arena aksi tersebut dilakukan dijalan raya.
Bukan itu masyarakat juga mengeluhkan terhadap bisingnya motor mereka dikarenakan menggunakan knalpot yang tidak sesuai dengan standarnya dan itu juga menjadi masukan kenapa sepeda motor yang menggunakan knalpot nyaring ditindak.
"Sayangi diri, tidak usah ikut-ikutan balapan liar dan selalu berhati-hati setiap menggunakan sepeda motor bawa surat menyurat karena itu penting apabila sewaktu-waktu dilakukan pemeriksaan oleh polisi," terang pria berkumis tipis itu.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.