Sebagian besar masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan selatan, adalah petani, dan padi adalah merupakan komuditas utama bagi petani di "Bumi Bersujud", selain tanaman karet, dan kelapa sawit.

"Pengembangan tanaman padi organik telah kami lakukan sudah beberapa tahun yang lalu, dengan menggandeng kelompok tani yang ada di Kecamatan Kusan Hulu," kata Konsultan Pertanian Kecamatan Kusan Hulu, Iwang, di Batulicin.

Dia mengatakan, selama ini para petani di Tanah Bumbu khususnya di Kecamatan kusan Hilir masih mengandalkan tanaman padi dengan benih farietas lokal, dan perawatan tanaman dengan sistem serba kimia.

Benih padi farietas lokal perawatannya cukup rumit, hasilnya juga tidak sebanding dengan biaya perawatan dari masa tanam hingga panen, dan masa panennya padi farietas lokal juga lumayan lama.

Dengan menggunakan benih padi lokal, petani rata-rata hanya bisa mengelola sawahnya satu kali dalam satu tahun.

Karena umur padi mulai tanam hingga masa panen memerlukan waktu sekitar lima bulan, sehingga untuk tanam dua kali, satu tahun tidak sempat lagi karena sudah memasuki musim kemarau.

Dengan memberikan pelatihan dan wawasan tanam padi sistem organik kepada para petani saat ini mereka sudah mulai beralih menggunakan dan mengembankan tanaman padi dengan perawatan sistem organi, atau tidak mengunakan bahan kimia sedikitpun mulai dari pembibitan hingga masa panen.

Keunggulan dari padi organik tersebut benih padi lebih tahan hama dibandingkan dengan benih badi yang lainnya. dan usia benih padi dengan jarak tanam lebih pendek usianya sekitar umur tujuh hari sudah siap tanam.

Selain itu, kulaitas beras juga semakin tinggi bahkan nilai jual hasil panen relatih mahal dibandingkan dengan hasil panen padi yang lainnya. Bahkan dari hasil panen pada bibi padi organik tersebut berasnya tidak mengandung bahan-bahan kimia, karena proses penanaman hingga panen tidak mengunakan bahan kimia sedikitpun.

Sebenarnya dalam implementasi dalam pengembangan padi organik tersebut perawatannya hampir sama dengan padi pada umumnya.

Namun pengembangan padi organiK semua bahan sebagai perawatan padi menggunakan bahan-bahan organik mulai dari pupuk, pembasmi hama wereng, ulat, tikus, gulma dan yang lainnya menggunakan bahan-bahan organi yang berasal dari rempah-rempah yang ada disekitar.

Para petani saat ini banyak yang beralih mengunakan sistem tanam padi organik karena selain ekonomis perawatan hasil panen juga menjanjikan bahkan dalam satu hektar hasil penen mampu mencapai enam ton sedangkan padi dengan bibit lokal hasil panennya dibawah dari enam ton.

"Awalnya dalam pengembangan tanam padi organi kami hanya mecoba sekita beberapa petak saja, karena banyak petani yang masih ragu dengan metode tersebut akan tetapi setelah melihat hasil panen mereka mulai percaya dan banyak yang beralih tanam padi mengunakan sisten organik," katanya.

Pihaknya akan terus mengembangkan metode ini ke kelompok-kelompot tani yang lain yang ada di Tanah Bumbu, bahkan sebelumnya beberapa tahun yang lalu sudah mengembangkan tanam padi menggunakan sistem organi di Pulau Sulawesi dan alhamdulillah sampai saat ini masih berjalan dan dikembangkan oleh para petani tersebut.

Pewarta: Sujud Mariono

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019