Kandangan, (Antaranews Kalsel) - Tim Tim Surveyor Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) untuk Rumah Sakit (RS) Daha Sejahtera menyampaikan beberapa hal dan juga indikator penilaian terhadap RS Daha Sejahtera, yang saat ini sedang berusaha mendapatkan akreditasi.

Ketua Tim KARS  Dyah Wiryastini, di Kandangan, Rabu (19/12), mengatakan salut atas perjuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) selaku pemilik RS. Daha Sejahtera, berusaha keras untuk mendapatkan akreditasi sebagai RS  yang layak untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. 

Tim KARS berkunjung ke ruang Bupati HSS (Fathurrahman/Dinas Kominfo HSS/Antarakalsel)

Baca juga: RSUD Daha Sejahtera dinilai tim akreditasi

"Sebagian besar indikator utama yang ada sudah terpenuhi, tinggal beberapa kelengkapan sekunder saja yang perlu disempurnakan sebagai pendukung," katanya, saat berkunjung ke ruang kerja Bupati HSS.

Bupati HSS H Achmad Fikry, mengatakan latar belakang pembangunan RS Daha Sejahtera, d imana pembangunan RS  merupakan kepedulian Pemkab HSS yang berusaha merealisasikan keinginan masyarakat Daha, yang ingin memiliki RS sendiri sehingga tidak terlalu jauh berobat ke ibukota Kabupaten, Kandangan.

Dijelaskan dia, agar Tim tidak jemu untuk memberikan masukan kepada pihaknya, apa-apa yang masih dirasa perlu disempurnakan, juga agar bisa meluangkan waktu membantu Dinas Kesehatan (Dinkes) HSS apabila ada hal-hal yang perlu dikonsultasikan sehubungan dengan akreditasi ini.

Tim KARS berkunjung ke ruang Bupati HSS (Fathurrahman/Dinas Kominfo HSS/Antarakalsel)

Baca juga: RSUD Kandangan bakal menjadi RS Syariah Pertama di Kalimantan

Turut hadir, Kepala Dinkes HSS Siti Jainab dan Direktur RS. Daha Sejahtera Artati, dan selama tiga hari ini Tim Surveyor KARS melakukan peninjauan dan penilaian langsung di RS Daha Sejahtera untuk keperluan memperoleh akreditasi.

Adapun KARS merupakan Komite berupa lembaga independen yang menentukan layak tidaknya sebuah rumah sakit sebagai tempat pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

Pewarta: Fathurrahman

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2018